Waspada Bencana Hidrometeorologis, BMKG Imbau Warga di DAS dan Perbukitan Waspada

AKURAT.CO SUMSEL Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumatera Selatan (Sumsel) memperingatkan masyarakat tentang potensi bencana hidrometeorologis akibat peningkatan curah hujan yang diprediksi terjadi pada dasarian ke-2 hingga ke-3 Oktober 2024.
Peringatan ini ditujukan khususnya kepada masyarakat yang tinggal di sekitar daerah aliran sungai (DAS) dan perbukitan, yang berpotensi menghadapi risiko banjir dan tanah longsor.
Kepala Klimatologi BMKG Sumsel, Wandayantolis, mengungkapkan pada Senin (14/10/2024), bahwa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat memicu genangan air di daerah perkotaan. Sementara itu, di wilayah dengan topografi perbukitan, masyarakat harus meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan longsor.
“Hujan dengan intensitas sedang hingga deras berpotensi menyebabkan genangan air di area perkotaan. Di daerah perbukitan dan lereng, risiko terjadinya longsor juga harus diantisipasi,” ujar Wandayantolis.
Ia juga menjelaskan bahwa saat ini 50 persen wilayah Sumsel sudah memasuki musim hujan, sedangkan 50 persen lainnya masih berada dalam masa transisi. Meski demikian, secara keseluruhan curah hujan di dasarian ini belum memenuhi kriteria untuk dikategorikan sebagai musim hujan.
“Warga yang tinggal di sekitar Daerah Aliran Sungai (DAS) harus tetap waspada dan memonitor peningkatan ketinggian air sungai, terutama jika hujan berlangsung lebih dari satu jam,” tambahnya.
Wandayantolis juga menekankan bahwa pola cuaca saat ini dapat berubah dengan cepat. Hal ini dipengaruhi oleh mansoon baratan yang masih lemah, sehingga pembentukan hujan lebih banyak dipengaruhi oleh faktor lokal.
Akibatnya, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat dapat terjadi secara tiba-tiba dan tidak merata di wilayah Sumsel.
“Selama periode transisi ini, terdapat peningkatan risiko terjadinya angin kencang, puting beliung, serta hujan yang muncul secara tiba-tiba, meskipun frekuensinya relatif jarang,” katanya.
BMKG Sumsel juga mengimbau pemerintah daerah untuk lebih waspada dalam menghadapi perubahan cuaca, terutama transisi dari musim kemarau ke musim hujan. Langkah mitigasi bencana dinilai penting untuk segera dilakukan guna mengantisipasi potensi bencana.
“Kami juga mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak panik, serta selalu mengakses informasi resmi dari kanal pemerintah setempat agar informasi yang diperoleh akurat,” tutup Wandayantolis. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 5Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 75 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 8Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







