Sumsel

Kebakaran di Muara Enim Masih Berlanjut, Pemadaman Udara dan Darat Terus Diupayakan

Deni Hermawan | 26 September 2024, 17:53 WIB
Kebakaran di Muara Enim Masih Berlanjut, Pemadaman Udara dan Darat Terus Diupayakan

AKURAT.CO SUMSEL Upaya pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Muara Enim, Sumatera Selatan, terus berlanjut. Hingga hari ke-22, tim gabungan masih berjuang memadamkan api yang membakar lahan gambut di Desa Suka Dana, Kecamatan Sungai Rotan.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengungkapkan bahwa api telah berhasil dipadamkan di sebagian besar area, namun masih menyisakan asap tipis di beberapa titik.

"Pemadaman masih berlangsung hingga hari ke-22. Meskipun api sudah berhasil dipadamkan, sisa-sisa asap masih terlihat di beberapa titik," kata Sudirman pada Kamis (26/9/2024).

Luas lahan yang terbakar diperkirakan mencapai 10 hektare, mayoritas berupa gambut dan lahan kebun milik warga setempat. Vegetasi yang terbakar adalah milik dua warga berinisial BY (65) dan N (70). Meskipun demikian, penyebab pasti kebakaran masih dalam proses penyelidikan.

"Berdasarkan informasi yang diterima, sekitar 70 persen dari lahan telah berhasil dipadamkan, namun 30 persen sisanya masih mengeluarkan asap tipis," tambahnya.

Tim pemadam akan terus melakukan operasi pendinginan di area yang sudah berhasil dipadamkan untuk mencegah api kembali menyala.

Di wilayah yang sama, Satgas Karhutla juga berjuang memadamkan api di Desa Suka Maju. Kebakaran yang telah berlangsung selama 8 hari di desa ini sempat mengancam permukiman warga.

Luas area yang terbakar di desa tersebut mencapai 2 hektare, dan meski api telah dinyatakan padam, tim terus waspada terhadap kemungkinan kebakaran kembali terjadi.

"Penyebab kebakaran di Desa Suka Maju masih belum teridentifikasi, begitu pula dengan identitas pemilik lahan yang terbakar," ujar Sudirman.

Proses pemadaman di wilayah tersebut menghadapi sejumlah kendala, terutama minimnya sumber air dan hilangnya sinyal komunikasi. Kondisi ini mempersulit koordinasi antarpetugas di lapangan.

Baca Juga: Berkunjung ke Rumah Paman, Motor Buruh Palembang Digondol Maling

"Wilayah tersebut tidak memiliki sumber air karena kanalnya kering, dan kami juga menghadapi kendala sinyal seluler. Oleh karena itu, tim harus membawa satu unit tandon air beserta perlengkapan lainnya untuk mendukung proses pemadaman," jelasnya.

Untuk mempercepat pemadaman, tim juga menggunakan bantuan udara berupa helikopter water bombing. Di Sungai Rotan, dua helikopter dikerahkan, masing-masing melakukan 88 kali water bombing dalam dua sorti.

"Dalam pemadaman dari udara, helikopter kami melakukan 25 kali water bombing di wilayah Karhutla Desa Suka Dana," tambahnya.

Sementara itu, pemadaman juga terus dilakukan di Desa Putak, Kecamatan Gelumbang, yang mulai terbakar sejak 23 September 2024. Luas area yang terbakar di desa ini mencapai 6 hektare, dan hingga hari ke-4 pemadaman, tim masih berusaha mengatasi sisa asap di beberapa titik.

Tim Karhutla terus bekerja keras di lapangan untuk memastikan api benar-benar padam dan tidak menimbulkan ancaman lebih lanjut, terutama dengan adanya risiko kebakaran yang mengarah ke permukiman warga.

Pemantauan dan upaya pemadaman akan terus dilanjutkan hingga wilayah-wilayah terdampak benar-benar bebas dari api dan asap. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto