Sumsel

Pilu! Sempat minta Tolong, Penyandang Disabilitas Meninggal Dunia Akibat Kebakaran di Muara Enim

Haris Ma'ani | 7 Agustus 2024, 15:30 WIB
Pilu! Sempat minta Tolong, Penyandang Disabilitas Meninggal Dunia Akibat Kebakaran di Muara Enim

AKURAT.CO SUMSEL Seorang pemuda disabilitas, Juan Man Serah (24), meninggal dunia akibat terjebak dalam kebakaran yang menghanguskan rumahnya di Karang Asam, Tanjung Enim Selatan, Kabupaten Muara Enim, Rabu (7/8/2024).

Menurut informasi yang dihimpun, kebakaran terjadi sekitar pukul 06.00 WIB. Saat itu, ibu korban, Suherni alias Sisuk (70), baru saja selesai melaksanakan salat dan berbaring di kamar.

Tiba-tiba, ia mendengar jeritan dari luar rumah. Ketika keluar, ia melihat api sudah membesar di ruang depan.

Korban berteriak meminta tolong kepada ibunya karena kasurnya telah terbakar.

Sang ibu, Suherni meskipun sudah tua dan lemas, mencoba mendobrak pintu untuk menyelamatkan anaknya. Namun, pintu terkunci dari dalam dan usahanya sia-sia.

"Ibu korban yang sudah lanjut usia tidak mampu membuka pintu yang terkunci saat api berkobar. Saya yang kebetulan lewat melihat kejadian itu dan langsung berteriak meminta bantuan," ungkap salah satu saksi, Herlina.

Dikatakan salah satu saksi yakni Herlina yang pertama kali melihat api mengatakan bahwa awalnya dirinya hendak mengatar anaknya ke sekolah.

"Begitu saya berada di luar, saya terkejut melihat api sudah membesar di ruang tamu. Saya langsung berteriak sekencang-kencang agar orang-orang di dalam rumah segera keluar," lanjutnya.

Herlina berhasil menyelamatkan cucu Suherni, E (3), yang berada di ruangan dengan api yang masih kecil. Namun, ia tidak dapat menyelamatkan Juan yang terkunci di dalam ruang tamu.

"Beruntung, saya masih bisa menyelamatkan E, cucu Ibu Sisuk yang masih balita, yang berada di ruangan yang apinya belum terlalu besar," katanya.

Selain Juan dan Suherni, rumah tersebut dihuni oleh tiga orang lainnya: Suheri (65), Edowar (32), dan Orina (27) beserta anaknya, Esen. Meskipun usaha penyelamatan dilakukan, nyawa Juan tidak tertolong.

Baca Juga: Diduga Akibat ODGJ yang Bakar Sampah, Satu Rumah Kosong di Palembang Hangus Terbakar

Sementara, saksi lainnya, Mey (45) warga setempat yang mengenal korban mengungkapkan bahwa korban adalah salah satu sosok yang ramah meskipun memiliki kekurangan.

"Walaupun punya keterbatasan, dia itu tampan sekali. Kulitnya putih bersih, hidungnya mancung. Tapi yang paling berkesan itu sifatnya yang ramah. Setiap kali saya lewat, dia selalu menyapa dengan hangat," katanya.

Dikatakannya bahwa ibu korban telah berpisah dengan bapak korban.

"Ibunya bekerja serabutan demi menghidupi keluarga. Mulai dari menjual kayu bakar hingga menjadi tukang pijat," ujarnya.

Sementara itu, Camat Lawang Kidul, Edi Susanto membenarkan peristiwa tersebut dan menyampaikan belasungkawa.

"Korban adalah penyandang disabilitas sejak kecil. Jenazahnya sudah dievakuasi ke RS BAM Tanjung Enim untuk dimakamkan," ucapnya.

Ia juga mengimbau warga untuk waspada terhadap bahaya kebakaran, terutama saat memasuki musim kemarau.

"Penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan pihak kepolisian. Kami menghimbau masyarakat agar lebih hati-hati," tutupnya. (Ika)

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto