Sumsel

Ekspor Batu Bara Sumsel Naik 47 Persen, Nilai Capai Ratusan Juta Dolar AS

Maman Suparman | 20 Januari 2025, 15:00 WIB
Ekspor Batu Bara Sumsel Naik 47 Persen, Nilai Capai Ratusan Juta Dolar AS

AKURAT.CO SUMSEL Produksi batu bara di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) kembali mencatatkan angka signifikan, mencapai 100 juta ton sepanjang tahun 2024.

Kepala Bidang Teknik dan Penerimaan Minerba Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sumsel, Armaya Sentanu Pasek, menyampaikan bahwa angka tersebut mendekati capaian produksi tahun sebelumnya, yang berdasarkan laporan sementara mencapai 101,1 juta ton.

“Produksi batu bara di Sumsel kembali mencapai 100 juta ton. Tahun 2023 realisasinya sebesar 105,8 juta ton,” katanya, Senin (20/1/2025).

Menurutnya, capaian akhir produksi 2024 kemungkinan besar tidak akan jauh berbeda dari realisasi 2023, mengingat masih ada sejumlah perusahaan yang belum menyerahkan laporan produksi hingga akhir Desember 2024.

“Hingga saat ini, angka produksi diperkirakan sekitar 105 juta ton, mendekati capaian tahun sebelumnya,” tambah Armaya.

Baca Juga: Instagram Ubah Format Tampilan Feed ke 4:5, Ini Cara Mengembalikannya ke 1:1

Produksi batu bara di Sumatra Selatan telah menunjukkan tren peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada 2022, total produksi hanya mencapai 90 juta ton. Namun, angka tersebut melonjak pada 2023 dengan realisasi 105,8 juta ton, menandakan pertumbuhan yang konsisten di sektor tambang provinsi ini.

Selain memenuhi kebutuhan dalam negeri, batu bara Sumsel juga menjadi salah satu komoditas ekspor utama.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), nilai ekspor batu bara Sumsel dari Januari hingga November 2024 tercatat mencapai US$302,40 juta. Realisasi tersebut mengalami peningkatan 47,40 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia