Sumsel

Disparitas Kemiskinan Kota dan Desa di Sumsel: Tren Penurunan Membaik, Namun Masih Terjadi Kesenjangan

Maman Suparman | 3 Februari 2025, 14:00 WIB
Disparitas Kemiskinan Kota dan Desa di Sumsel: Tren Penurunan Membaik, Namun Masih Terjadi Kesenjangan

AKURAT.CO SUMSEL Perbandingan tingkat kemiskinan antara wilayah kota dan desa di Sumatera Selatan menunjukkan adanya disparitas yang masih cukup signifikan.

Berdasarkan data yang ada, angka kemiskinan di perkotaan dan pedesaan memiliki perbedaan yang mencolok, meskipun keduanya menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir.

Pada Maret 2020, angka kemiskinan di wilayah perkotaan tercatat sebesar 12,16 persen, sementara di pedesaan lebih tinggi, yakni 12,96 persen. Selama periode 2020 hingga 2024, wilayah pedesaan sempat mengalami lonjakan angka kemiskinan, yang mencapai puncaknya pada Maret 2021 dengan 13,28 persen.

Namun, setelah itu, angka kemiskinan di desa mengalami penurunan bertahap. Pada Maret 2024, angka kemiskinan tercatat turun menjadi 11,53 persen, dan sedikit menurun lagi menjadi 11,43 persen pada September 2024.

Berbeda dengan desa, kemiskinan di perkotaan mengalami kenaikan signifikan pada Maret 2021, mencapai angka 13,25 persen. Namun, sejak 2022, angka tersebut mulai menurun secara signifikan.

Pada September 2024, angka kemiskinan di kota tercatat sebesar 9,02 persen, lebih rendah dibandingkan dengan pedesaan.

Meskipun tren penurunan di kedua wilayah menunjukkan perkembangan yang positif, terdapat perbedaan yang mencolok.

Dalam empat tahun terakhir, kemiskinan di kota berhasil turun sebesar 3,14 persen poin, sementara di desa hanya mengalami penurunan sebesar 1,53 persen poin. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia