Sumsel

Wali Kota Palembang Dukung Kemandirian Pangan dan Pembangunan Berkelanjutan di HUT ke-79 Sumsel

Maman Suparman | 15 Mei 2025, 18:30 WIB
Wali Kota Palembang Dukung Kemandirian Pangan dan Pembangunan Berkelanjutan di HUT ke-79 Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Wali Kota Palembang Ratu Dewa menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD Provinsi Sumatera Selatan dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Provinsi Sumsel, yang berlangsung di Gedung DPRD Sumsel, Kamis (15/5/2025).

Dalam sambutannya, Ratu Dewa menyampaikan komitmen Pemerintah Kota Palembang untuk memperkuat ketahanan pangan dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan.

Ia menegaskan bahwa sebagai kota tertua di Indonesia, Palembang memiliki tanggung jawab besar dalam menyokong kemandirian pangan di tingkat provinsi.

"Palembang harus mengambil peran lebih signifikan dalam mendukung kemandirian pangan Sumsel," ujarnya.

Ratu Dewa juga menyoroti pentingnya pengawasan terhadap pelaksanaan setiap program pembangunan, guna mencegah dampak negatif terhadap lingkungan maupun sosial masyarakat.

Baca Juga: Gubernur dan DPRD Sumsel Peringati Hari Jadi ke-79 Provinsi Sumsel, Paparkan Capaian Pembangunan

"Kami ingin memastikan bahwa setiap pembangunan telah melalui kajian menyeluruh, mulai dari perizinan masyarakat, akses transportasi, hingga kelayakan lokasi. Ini penting agar tidak menimbulkan persoalan di masa depan," jelasnya.

Ia menyampaikan bahwa pihaknya telah berkoordinasi dengan Wakil Wali Kota Palembang guna mempercepat proses pendataan serta perencanaan pembangunan di lapangan.

Lebih lanjut, Ratu Dewa mengajak masyarakat untuk mencintai dan menggunakan produk-produk lokal, sebagai bagian dari upaya meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah.

"Mari kita perbanyak konsumsi produk-produk hasil Palembang, sebagai bentuk dukungan terhadap perekonomian lokal," tutupnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia