Sumsel

Warga Sumsel Masih Andalkan Praktik Mandiri dan Puskesmas untuk Berobat Jalan, Ini Daerah dengan Angka Tertinggi

Maman Suparman | 31 Juli 2025, 21:00 WIB
Warga Sumsel Masih Andalkan Praktik Mandiri dan Puskesmas untuk Berobat Jalan, Ini Daerah dengan Angka Tertinggi

AKURAT.CO SUMSEL Praktik dokter atau bidan dan Puskesmas masih menjadi rujukan utama warga Sumatera Selatan untuk berobat jalan.

Hal ini tercermin dari data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 yang mencatat lebih dari 68 persen penduduk Sumsel memilih dua fasilitas tersebut sebagai tempat utama untuk pengobatan rawat jalan.

Secara keseluruhan, 44,26 persen penduduk Sumsel memilih praktik dokter atau bidan, diikuti oleh 23,79 persen yang berobat ke Puskesmas atau Pustu.

Sementara itu, kunjungan ke rumah sakit (RS) swasta dan pemerintah relatif lebih rendah, masing-masing sebesar 7,62 persen dan 6,65 persen.

Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) dan OKU Timur menjadi daerah dengan tingkat kunjungan praktik dokter/bidan tertinggi, masing-masing 74,78 persen dan 75,35 persen.

Fakta menarik, meski fasilitas rumah sakit ada di wilayah tersebut, hanya 3,02 persen warga OKU dan 7,31 persen warga OKU Timur yang memilih RS pemerintah untuk berobat.

Baca Juga: Karhutla Meluas di Ogan Ilir, BPBD Sebut Sudah 12,5 Hektare Lahan Terbakar

Kota Palembang memperlihatkan pola berbeda. Sebagai ibu kota provinsi dengan banyak fasilitas kesehatan, warga lebih banyak berobat ke RS Swasta (16,79 persen) dan klinik atau praktik dokter bersama (29,89 persen).

Penggunaan Puskesmas di kota ini juga cukup tinggi, yakni 38,60 persen, menjadi yang tertinggi di Sumsel.

Sebaliknya, hanya 13,20 persen warga Palembang yang memilih praktik dokter atau bidan, jauh di bawah rata-rata provinsi.

Kawasan seperti Musi Rawas Utara dan PALI menunjukkan angka pemanfaatan Puskesmas yang cukup tinggi, masing-masing 48,35 persen dan 30,63 persen. 

PALI juga mencatat angka tertinggi untuk penggunaan RS Pemerintah (19,58 persen), mungkin terkait dengan fasilitas RSUD yang menjadi pusat layanan utama di daerah tersebut.

Meski praktik pengobatan tradisional dan alternatif masih ditemukan di beberapa wilayah seperti OKU (3,93 persen) dan Musi Banyuasin (2,78 persen), secara umum hanya 1,37 persen penduduk Sumsel yang memilih jalur ini untuk berobat jalan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia