Sumsel

Tanpa Euforia, Herman Deru Larang Kepala Daerah di Sumsel Gelar Pesta Tahun Baru Berlebihan

Maman Suparman | 25 Desember 2025, 15:45 WIB
Tanpa Euforia, Herman Deru Larang Kepala Daerah di Sumsel Gelar Pesta Tahun Baru Berlebihan

AKURAT.CO SUMSEL Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel), Herman Deru, secara resmi mengeluarkan instruksi kepada seluruh bupati dan wali kota di wilayahnya untuk membatasi perayaan malam pergantian tahun 2026.

Alih-alih pesta pora, orang nomor satu di Sumsel ini meminta momentum tersebut diisi dengan refleksi dan kepedulian sosial.

Instruksi tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) mengenai kesederhanaan penyambutan Tahun Baru. Kebijakan ini diambil sebagai bentuk solidaritas terhadap warga yang saat ini tengah berjuang menghadapi dampak bencana alam di sejumlah titik di Sumatera Selatan.

"Surat edaran ini adalah bentuk kepedulian kita. Di saat sebagian warga kita sedang tertimpa musibah dan bencana, tidak elok rasanya jika kita bersukaria secara berlebihan," tegas Herman Deru, Rabu (24/12/2025).

Dalam edaran tersebut, Pemerintah Provinsi Sumsel secara spesifik melarang adanya kegiatan yang dapat memicu gangguan ketertiban umum.

Baca Juga: Hangatkan Suasana Liburan, Ini 5 Rekomendasi Film Keluarga Bertema Natal yang Wajib Ditonton

Ia juga menekankan sejumlah poin penting dalam perayaan malam pergantian tahun. Pemerintah kabupaten dan kota diminta tidak menyelenggarakan maupun memfasilitasi pesta atau hiburan malam yang bersifat euforia berlebihan.

Selain itu, aktivitas konvoi atau arak-arakan kendaraan di jalan raya juga diminta untuk ditiadakan demi menjaga keselamatan dan ketertiban umum.

Kepala daerah turut diinstruksikan untuk berkoordinasi dengan aparat keamanan guna mengendalikan situasi dan mencegah potensi gesekan sosial selama malam pergantian tahun

Herman Deru menilai bahwa nilai kemanusiaan harus berada di atas segalanya. Menurutnya, perayaan yang sederhana bukan berarti menghilangkan makna kebahagiaan, melainkan justru memperkuat solidaritas antarmasyarakat.

"Ini bukan soal membatasi kebahagiaan warga, tapi soal empati. Kita ingin pergantian tahun ini lebih bermakna. Jadikan ini momen refleksi, bagaimana kita bisa lebih baik dan lebih peduli kepada sesama di tahun depan," tambahnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia