Sumsel

BMKG: Januari–Maret 2026 Jadi Puncak Musim Hujan di Sumsel

Maman Suparman | 19 Januari 2026, 12:00 WIB
BMKG: Januari–Maret 2026 Jadi Puncak Musim Hujan di Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Sejumlah daerah di Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang disertai angin kencang. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sumsel menyatakan periode Januari hingga Maret 2026 diperkirakan menjadi puncak musim hujan di wilayah tersebut.

Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi Sultan Mahmud Badaruddin II Palembang, Sinta Andayani, mengatakan curah hujan pada Januari tergolong tinggi dengan frekuensi hari hujan yang cukup banyak.

“BMKG memprakirakan bulan Januari, Februari, hingga Maret merupakan puncak musim hujan di sejumlah wilayah Sumsel. Curah hujan pada periode tersebut diprediksi cukup signifikan,” ujar Sinta, Senin (19/1/2026).

Ia menjelaskan, selama musim hujan intensitas hujan lebat hingga sangat lebat berpotensi terjadi. Karena itu, masyarakat serta pemerintah daerah diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai risiko bencana.

Baca Juga: BMKG Ingatkan Potensi Hujan Ekstrem di Sejumlah Wilayah Indonesia Hari Ini, Sumsel Termasuk?

BMKG mengingatkan potensi bencana hidrometeorologi, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor, terutama di wilayah yang memiliki tingkat kerawanan tinggi.

Sinta menyebutkan daerah hulu sungai perlu perhatian khusus, antara lain Musi Rawas Utara, Musi Rawas, Muara Enim, Lahat, Ogan Komering Ulu (OKU), OKU Timur, dan OKU Selatan.

Selain itu, masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai juga diminta mewaspadai kemungkinan luapan air, khususnya di wilayah Musi Banyuasin, Banyuasin, Ogan Ilir, Ogan Komering Ilir (OKI), Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), serta Kota Palembang.

“Kami mengimbau warga yang tinggal di bantaran sungai untuk selalu waspada selama musim hujan. Lakukan langkah mitigasi, seperti mencari lokasi yang lebih tinggi saat kondisi darurat, serta menerapkan kearifan lokal, misalnya membangun rumah panggung sebagai antisipasi jangka panjang,” kata Sinta.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia