Sumsel

Baru 165 Gerai Koperasi Merah Putih di Sumsel Beroperasi, Kendala Modal dan SDM Jadi Tantangan Utama

Maman Suparman | 17 Januari 2026, 15:00 WIB
Baru 165 Gerai Koperasi Merah Putih di Sumsel Beroperasi, Kendala Modal dan SDM Jadi Tantangan Utama

AKURAT.CO SUMSEL Program Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Sumatera Selatan (Sumsel) terus menunjukkan perkembangan, meski masih menghadapi sejumlah tantangan klasik. Hingga saat ini, dari ribuan koperasi yang telah berbadan hukum, baru sebagian kecil unit gerai yang telah resmi menjalankan aktivitas operasionalnya.

Berdasarkan data Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumatera Selatan, total terdapat 3.258 koperasi Merah Putih yang telah terbentuk di tingkat desa dan kelurahan dengan status badan hukum yang sah. Dari jumlah tersebut, sebanyak 715 unit telah memiliki gerai fisik, namun baru 165 gerai yang sudah aktif beroperasi.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Sumsel, Amiruddin, menjelaskan bahwa koperasi yang sudah berjalan saat ini masih mengandalkan kekuatan internal untuk pembiayaan awal.

"Dari 17 kabupaten/kota, tercatat sudah ada 715 gerai yang terbangun. Namun, yang sudah beroperasi saat ini baru 165 koperasi. Operasional mereka menggunakan modal mandiri yang bersumber dari simpanan pokok dan simpanan wajib para anggota," ujar Amiruddin, Sabtu (17/1/2026).

Baca Juga: Infinix Note Edge Siap Meluncur, Usung Warna Oranye Berani dan Baterai 6.500 mAh

Meski secara kuantitas pembentukan badan hukum berjalan masif, Amiruddin mengakui bahwa perjalanan koperasi ini tidak tanpa hambatan. Ia menyoroti tiga kendala utama yang membuat ratusan gerai lainnya belum kunjung beroperasi secara maksimal.

Pertama adalah masalah Sumber Daya Manusia (SDM). Karena koperasi ini tergolong baru, kepengurusan dan tenaga pengelola di lapangan masih memerlukan banyak pelatihan untuk memahami tata kelola koperasi yang profesional.

"Tantangannya mulai dari masalah SDM karena ini program baru, kemudian proses rekrutmen anggota, hingga keterbatasan permodalan yang masih menjadi kendala utama di lapangan," tambahnya.

Untuk mengatasi masalah permodalan yang menghambat operasional ribuan koperasi lainnya, pemerintah daerah kini menaruh harapan besar pada dukungan pemerintah pusat.

Salah satu solusi yang tengah diupayakan adalah fasilitasi pinjaman modal melalui perbankan yang tergabung dalam Himbara (Himpunan Bank Milik Negara).

Dengan adanya suntikan dana segar melalui skema pinjaman tersebut, diharapkan gerai-gerai koperasi yang saat ini masih belum produktif dapat segera beroperasi secara menyeluruh.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia