Sumsel

Tim Terpadu Pemprov Sumsel Monev Kesiapsiagaan Karhutbunla, Utamakan Pencegahan dan Tindakan Sejak Dini

Maman Suparman | 2 Juni 2025, 10:45 WIB
Tim Terpadu Pemprov Sumsel Monev Kesiapsiagaan Karhutbunla, Utamakan Pencegahan dan Tindakan Sejak Dini

AKURAT.CO SUMSEL  Pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) kesiapsiagaan bencana kebakaran hutan, kebun, dan lahan (Karhutbunla) di wilayah Sumsel ini merupakan tindak lanjut dari arahan Gubernur Sumsel H. Herman Deru, yang menekankan pentingnya langkah preventif sejak dini guna mengantisipasi dampak musim kemarau.

Tim Terpadu yang terdiri dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD), Dinas Lingkungan Hidup dan Pertanahan (DLHP), Dinas Kehutanan (Dishut), dan Dinas Perkebunan (Disbun). Salah satu lokasi yang menjadi sasaran Monev adalah PT Mahkota Andalan Sawit (MAS) di Kabupaten Banyuasin, Rabu (28/5).

Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, Muhammad Iqbal Alisyahbana, S.STP, M.Si, menyatakan bahwa penanggulangan Karhutbunla tidak bisa hanya dilakukan saat bencana terjadi. Menurutnya, tindakan preventif jauh lebih efektif untuk melindungi lingkungan, ekonomi, dan masyarakat.

Baca Juga: Mahasiswa Kesehatan Kunjungi BPBD Sumsel, Pelajari Legalitas dan Operasional Penanggulangan Bencana

“Arahan Bapak Gubernur jelas, kita harus bertindak sejak dini. BPBD bersama Tim Terpadu hadir langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan seluruh pihak, terutama perusahaan, dalam mencegah Karhutbunla. Jangan tunggu api menyala baru kita bereaksi,” tegas Iqbal.

Dalam kunjungan tersebut, Tim Terpadu melakukan pengecekan sarana dan prasarana penanganan Karhutla seperti embung, alat pemadam, menara pantau, dan jalur evakuasi. Selain itu, dilakukan simulasi pemadaman dan patroli di wilayah yang berpotensi rawan kebakaran.

Iqbal juga menekankan pentingnya keterlibatan aktif masyarakat dan perusahaan. Ia mengingatkan agar tidak ada pembiaran terhadap aktivitas pembakaran lahan dalam bentuk apapun. Selain itu, setiap perusahaan wajib menyiapkan SOP penanganan Karhutbunla, lengkap dengan perlengkapan dan tim siaga yang kompeten.

“Kami tidak akan mentolerir pembakaran lahan. Semua harus bertanggung jawab. Kami juga dorong perusahaan memperkuat koordinasi dengan pemerintah setempat dan membina Masyarakat Peduli Api (MPA) maupun Kelompok Tani Peduli Api (KTPA),” tambahnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia