Sumsel

Sumsel Genjot Regenerasi Petani Muda Demi Dukung Target Lumbung Pangan Nasional

Maman Suparman | 7 Juni 2025, 18:00 WIB
Sumsel Genjot Regenerasi Petani Muda Demi Dukung Target Lumbung Pangan Nasional

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumatera Selatan (Sumsel) terus mendorong regenerasi petani muda guna menjaga keberlanjutan sektor pertanian, khususnya dalam mendukung target nasional sebagai lumbung pangan.

Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono, mengatakan regenerasi petani menjadi tantangan serius yang harus diatasi bersama. Sejumlah program telah digulirkan untuk menarik minat generasi muda agar terjun ke dunia pertanian.

“Program regenerasi petani muda ini sudah ada sejak beberapa periode menteri sebelumnya. Dulu disebut pemuda tani atau petani milenial, sekarang dilanjutkan dengan nama Brigade Pangan,” kata Bambang, Sabtu (7/6/2025).

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel mencatat pada 2023 hanya sekitar 14,11 persen petani berusia 25–34 tahun. Angka ini menurun dari 18,68 persen pada 2013.

Penurunan juga terjadi pada kelompok usia 35–44 tahun, dari 31,23 persen (2013) menjadi 27,74 persen (2023). Sebaliknya, terjadi peningkatan jumlah petani usia di atas 45 tahun.

Baca Juga: Cara Mengolah Daging Kurban yang Benar Agar Bebas Amis dan Bau Apek

Bambang menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam pengelolaan pertanian yang adaptif terhadap perubahan iklim dan teknologi. Untuk itu, pemerintah hadir melalui dukungan alat mesin pertanian, bantuan benih, pupuk, serta kemudahan akses lahan dan modal usaha tani.

“Brigade Pangan hadir untuk menjawab tantangan regenerasi petani. Kita ingin pertanian menjadi pilihan masa depan yang menarik bagi anak muda, bukan pilihan terakhir,” ujarnya.

Upaya ini sejalan dengan target Sumsel sebagai wilayah penyangga utama pangan nasional. Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian telah menyiapkan optimalisasi lahan baru guna mendukung peningkatan produksi gabah kering panen (GKP) yang ditargetkan mencapai 3,7 juta ton tahun ini.

Saat ini, produksi GKP Sumsel telah menyentuh angka sekitar 2,94 juta ton gabah kering giling (GKG). Sumsel juga memiliki Luas Baku Sawah (LBS) mencapai 519.484 hektare, menjadikannya salah satu dari lima provinsi dengan LBS terbesar secara nasional.

Mayoritas lahan pertanian di Sumsel merupakan lahan rawa, yakni sekitar 399 ribu hektare dari total 470 ribu hektare lahan sawah. Kondisi ini justru menjadi keunggulan saat musim kemarau karena lahan rawa mampu menyimpan cadangan air secara alami.

“Lahan rawa menjadi berkah bagi Sumsel saat kemarau karena 73 persen sawah kita tergenang air dan tetap memiliki kecukupan air untuk produksi padi,” tutup Bambang.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia