Sumsel

257 Kali Water Bombing, Upaya Intensif Memadamkan Kebakaran Hutan di Sumsel

Deni Hermawan | 11 Oktober 2024, 17:43 WIB
257 Kali Water Bombing, Upaya Intensif Memadamkan Kebakaran Hutan di Sumsel

AKURAT.CO SUMSEL Pemadaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) melalui jalur udara terus dilakukan di berbagai daerah di Sumatera Selatan (Sumsel). Pada Kamis (10/10/2024), lima helikopter dikerahkan untuk melakukan 257 kali water bombing di lokasi-lokasi yang terdampak, termasuk Ogan Komering Ilir (OKI), Muara Enim, Ogan Komering Ulu Timur (OKU Timur), dan Penukal Abab Lematang Ilir (PALI).

Plh. Kalaksa BPBD Sumsel, Askoni melalui Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengungkapkan bahwa upaya pemadaman ini mencakup wilayah Tulung Selapan dan Pangkalan Lampan di OKI, yang telah mengalami kebakaran selama beberapa hari.

"Tiga helikopter melakukan 71 kali water bombing di Tulung Selapan dan 14 kali di Pangkalan Lampan. Meskipun sudah dilakukan pemadaman, kondisi di daerah tersebut masih berasap," ujarnya, Jumat (11/10/2024).

Di Muara Enim, pemadaman lanjutan dilakukan di Gelumbang, yang mencatatkan frekuensi tertinggi water bombing dengan dua helikopter yang melakukan 99 kali pemadaman udara. Meskipun telah ditangani, hotspot di wilayah ini masih menunjukkan tanda-tanda kebakaran.

Baca Juga: Di Tipu Mantan ART Sebanyak Rp6 Juta, Nurbaiti Lapor ke Polisi

Sementara itu, di OKU Timur, dua helikopter melakukan 52 kali water bombing di Cempaka. Wilayah ini pernah dipadamkan sebelumnya, tetapi kembali terbakar dalam beberapa hari terakhir.

Di PALI, satu helikopter melakukan 21 kali water bombing untuk mengatasi kebakaran di lahan semak belukar seluas sekitar 3 hektare. Pemadaman di area ini melibatkan tim darat, namun asap masih tersisa karena kebakaran terjadi di lahan gambut.

Sudirman menambahkan bahwa pemadaman lanjutan akan dilanjutkan pada Jumat (11/10/2024). Sejumlah helikopter kembali diturunkan untuk menangani area yang masih berasap, dan pemantauan udara dilakukan menggunakan dua helikopter patroli untuk mengidentifikasi titik-titik kebakaran.

"Pemadaman melalui jalur udara akan terus dilakukan sesuai dengan hasil pemantauan dari helikopter patroli," tutupnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto