Sumsel

Karhutla di Sumsel Sudah Terjadi 54 Kali, Ogan Ilir Jadi Daerah Paling Terdampak

Maman Suparman | 24 Juli 2025, 17:24 WIB
Karhutla di Sumsel Sudah Terjadi 54 Kali, Ogan Ilir Jadi Daerah Paling Terdampak

AKURAT.CO SUMSEL Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan mencatat sebanyak 54 kejadian kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di wilayah ini sepanjang tahun 2025.

Luas lahan yang terbakar mencapai lebih dari 43 hektare dan diperkirakan masih akan bertambah seiring pembaruan data dari instansi terkait.

Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, menjelaskan bahwa Kabupaten Ogan Ilir menjadi daerah dengan jumlah kejadian karhutla terbanyak, yakni mencapai 41 kejadian.

Di antara kecamatan di Ogan Ilir, Indralaya Utara menempati posisi tertinggi dengan 19 kejadian karhutla.

"Selain Indralaya Utara, wilayah lain di Ogan Ilir yang terdampak antara lain Kecamatan Pemulutan sebanyak 6 kejadian, Pemulutan Barat 5 kejadian, Payaraman 4 kejadian, Tanjung Batu 3 kejadian, Indralaya 2 kejadian, serta masing-masing 1 kejadian di Rambang Kuang dan Muara Kuang," ungkap Sudirman, Kamis (24/7/2025).

Tak hanya di Ogan Ilir, kebakaran juga tercatat terjadi di Kabupaten OKI dengan total 5 kejadian. Masing-masing dua kali di Kecamatan Tulung Selapan dan Jungkal, serta satu kali di Kecamatan Pampangan.

Baca Juga: Suami Ngamuk di Rumah Orang Tua Istri, Masayu Jadi Korban KDRT

Di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI), terdapat tiga kejadian karhutla yang tersebar di Kecamatan Abab (2 kejadian) dan Penukal Utara (1 kejadian). Sedangkan di Kabupaten Musi Banyuasin (Muba), kebakaran terjadi di dua kecamatan, yaitu Sungai Keruh dan Bayung Lencir.

Wilayah lain yang turut mencatat satu kejadian karhutla adalah Kabupaten Lahat, Muara Enim, dan Kota Prabumulih.

Secara keseluruhan, Sudirman menyebut sudah ada tujuh kabupaten/kota di Sumatera Selatan yang terdampak kebakaran lahan dan hutan. Ia berharap jumlah kejadian tidak terus bertambah dan penanganan bisa dilakukan lebih cepat agar api tidak meluas.

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Saat musim kemarau seperti sekarang, risiko karhutla sangat tinggi,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia