Sumsel

Kesal Tak Didengar, Warga 8 Ulu Palembang Desak Wali Kota Copot Ketua RT Gara-Gara Masalah Banjir

Maman Suparman | 11 November 2025, 17:01 WIB
Kesal Tak Didengar, Warga 8 Ulu Palembang Desak Wali Kota Copot Ketua RT Gara-Gara Masalah Banjir

AKURAT.CO SUMSEL Warga RT 11 RW 3 Lorong Tembesu, Kelurahan 8 Ulu, Kecamatan Jakabaring, Palembang, ramai-ramai menandatangani petisi untuk meminta Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, memberhentikan ketua RT mereka.

Penyebabnya, sang ketua dianggap abai terhadap keluhan warga terkait banjir yang kerap merendam wilayah tersebut.

Banjir yang melanda kawasan padat penduduk itu disebut sudah berlangsung menahun. Setiap musim hujan tiba, air kerap menggenangi jalan hingga masuk ke rumah warga dengan ketinggian mencapai 20 sentimeter, dan baru surut setelah tiga hingga tujuh hari.

Menurut warga, penyebab utamanya adalah jalan yang rusak serta tidak adanya saluran air di sekitar lorong, sehingga air hujan tak bisa mengalir dengan baik.

Baca Juga: Cekcok Soal Knalpot Berujung Tragis, Pria di Muara Enim Hilang Terseret Arus Sungai Musi

“Kalau hujan sedikit saja, sudah pasti banjir. Air bisa menggenang sampai seminggu karena tidak ada saluran air,” ujar Samsudin, warga setempat, Selasa (11/11/2025).

Kemarahan warga memuncak setelah sang Ketua RT disebut menanggapi dingin keluhan mereka. Saat warga meminta solusi terkait banjir, jawaban yang diterima justru membuat kecewa.

“Dia bilang, perbaiki saja sendiri. Katanya tidak mau lagi ngurus banjir di RT ini,” kata Samsudin dengan nada kesal.

Merasa tidak lagi memiliki pemimpin yang peduli, warga akhirnya menggalang tanda tangan dan menyusun surat resmi kepada Wali Kota Palembang dengan tembusan kepada Lurah 8 Ulu dan Camat Jakabaring, untuk meminta agar Ketua RT 11 segera dicopot.

Warga lainnya, H. Soleh, mengatakan genangan air di lorong tersebut bukan hanya mengganggu aktivitas warga, tetapi juga berpotensi menimbulkan penyakit. Ia menilai, perbaikan jalan dan pembangunan drainase sudah sangat mendesak dilakukan.

“Kalau hujan deras, banjir bisa setinggi lutut orang dewasa. Jalan rusak, air tidak mengalir, dan kami khawatir timbul penyakit,” ujarnya.

Sementara itu, seorang ibu rumah tangga, Salwa, berharap Wali Kota Ratu Dewa turun langsung melihat kondisi warganya. Ia mengaku sudah bosan dengan janji perbaikan yang tak kunjung terealisasi.

“Airnya masuk ke rumah, bikin lantai rusak, anak-anak susah main. Tolong pak wali datang ke sini. Sudah puluhan tahun jalan ini tidak pernah dibenahi,” keluhnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia