Sumsel

Jembatan Muara Dua Prabumulih Putus, BPBD Sebut Akibat Arus Sungai Deras

Maman Suparman | 12 Desember 2025, 16:17 WIB
Jembatan Muara Dua Prabumulih Putus, BPBD Sebut Akibat Arus Sungai Deras

AKURAT.CO SUMSEL Intensitas hujan deras yang melanda wilayah Prabumulih dalam beberapa hari terakhir menyebabkan kerusakan infrastruktur serius. Jembatan di Jalan Tenggamus, Muara Dua, dilaporkan ambles total setelah tanah penyangga tergerus kuat oleh arus Sungai Kelekar.

Peristiwa ini terjadi pada Kamis (11/12/2025) sore, membuat akses vital tersebut lumpuh total.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Prabumulih, Sriyono, membenarkan kejadian tersebut.

"Kejadian jembatan patah itu terjadi kemarin sore karena tanah tergerus arus sungai yang sangat deras," ungkap Sriyono, Jumat (12/12/2025).

Sriyono mengungkapkan, insiden tersebut nyaris memakan korban. Seorang anggota polisi dan seorang warga yang kebetulan berada di sekitar lokasi untuk mengecek debit air sungai beruntung berhasil menjauh dari area ambles.

Baca Juga: Beraksi di Pagi Hari, Dua Bandit Curanmor Nekat Gasak Motor Depan OPI Mall, Aksi Terekam Jelas

Saat ini, arus lalu lintas yang biasa melewati jembatan tersebut terpaksa dialihkan sepenuhnya. Warga di sekitar Muara Dua kini harus menggunakan jalur alternatif yang otomatis memakan waktu tempuh lebih lama.

Untuk memastikan keselamatan warga, polisi setempat telah memasang portal penutup di sekitar lokasi. Langkah ini diambil karena kondisi tanah di sekitar jembatan yang tersisa masih labil dan berisiko ambruk kembali ke sungai.

"Untuk jembatan sampai saat ini tidak bisa digunakan sama sekali, bahkan untuk pejalan kaki," jelas Sriyono.

Insiden jembatan ambles ini terjadi tak lama setelah Prabumulih, bersama dengan empat daerah lain di Sumsel (Musi Banyuasin, OKU, Pagar Alam, dan Banyuasin), menetapkan status siaga bencanahidrometeorologi.

Kepala BPBD Sumsel, M. Iqbal Alisyahbana, sebelumnya telah mengonfirmasi penetapan status siaga ini untuk memudahkan mobilisasi penanganan bencana, sejalan dengan peringatan BMKG terkait puncak musim hujan yang diprediksi terjadi pada Desember 2025 dan Januari 2026.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia