Sumsel

Kasus Karhutla di Sumsel Tembus 394 Kejadian, Ogan Ilir Jadi Wilayah Terbanyak

Maman Suparman | 2 September 2025, 17:10 WIB
Kasus Karhutla di Sumsel Tembus 394 Kejadian, Ogan Ilir Jadi Wilayah Terbanyak

AKURAT.CO SUMSEL Kasus kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Sumatera Selatan terus bertambah. Hingga 31 Agustus 2025, tercatat 394 kejadian dengan sebaran terbanyak di wilayah zona merah.

Kalaksa BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyhabana melalui Kabid Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengatakan jumlah daerah yang masuk zona merah tidak berubah, yakni lima kabupaten. Namun, jumlah kejadian karhutla di wilayah tersebut terus meningkat.

“Zona merah tetap di lima daerah, dengan Ogan Ilir paling tinggi yakni 106 kejadian. Disusul Musi Banyuasin 77 kejadian, Ogan Komering Ilir 50 kejadian, Banyuasin 49 kejadian, dan Muara Enim 37 kejadian,” ujar Sudirman, Selasa (2/9/2025).

Baca Juga: Tabrak Mobil Boks, Pengendara Motor Patah Tulang

Selain lima daerah zona merah, wilayah dengan kategori zona oranye (16–30 kejadian) kini bertambah. Jika sebelumnya hanya Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) dengan 29 kejadian, kini Musi Rawas juga masuk kategori tersebut dengan 17 kejadian.

Untuk zona kuning, kasus karhutla tercatat di Palembang, Empat Lawang, OKU Timur, Lahat, Muratara, OKU, OKU Selatan, Prabumulih, dan Lubuklinggau. Sementara Kota Pagar Alam masih bertahan di zona hijau.

BPBD Sumsel memastikan langkah pencegahan dan penanganan terus dilakukan. Antara lain melalui patroli udara, helikopter water bombing, dan pengecekan darat di lokasi-lokasi yang terdapat hotspot.

“Kami juga terus mengimbau masyarakat agar tidak membuka lahan dengan cara dibakar. Hingga saat ini belum ada karhutla yang berdampak luas,” tegas Sudirman.

Meski jumlah kejadian karhutla meningkat, tren hotspot justru menunjukkan penurunan. Sepanjang Agustus 2025, tercatat 489 titik hotspot, lebih rendah dibandingkan Juli yang mencapai 1.321 titik. Total sejak Januari hingga Agustus 2025, hotspot di Sumsel mencapai 3.336 titik.

Baca Juga: Hilang Tanpa Jejak, Siswi SMK di Palembang Dilaporkan Menghilang dari Rumah  

“Hotspot Agustus memang menurun, tapi kami tetap waspada karena musim kemarau masih berlangsung hingga September,” pungkasnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia