Sumsel

5 Ragam Suku di Sumatera Selatan: Lengkap Beserta Sejarahnya

Deni Hermawan | 19 Maret 2024, 09:00 WIB
5 Ragam Suku di Sumatera Selatan: Lengkap Beserta Sejarahnya

AKURAT.CO SUMSEL Sumatera Selatan, merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang memiliki keanekaragaman suku,budaya dan bahasa yang berbeda-beda.

Suku-suku yang tinggal di Sumatera Selatan merupakan bagian dari masyarakatnya, dan provinsi ini terkenal dengan sejarahnya yang kaya, termasuk masa kejayaan Kerajaan Sriwijaya.

Keberagaman suku di Sumatera Selatan tercermin dalam berbagai tradisi dan adat istiadat yang masih dijaga hingga hari ini. Meskipun memiliki ciri khas masing-masing, suku-suku ini hidup berdampingan dan saling menghormati satu sama lain.

Baca Juga: Loker Palembang Bulan Ini Maret 2024 untuk Lulusan SMA/SMK dan S1

Keberangan suku turut berperan dalam memperkaya budaya. Antara lain, terdapat Suku Komering, Suku Palembang, Suku Gumai, Suku Sumendo, serta Suku Lintang. Selain itu masih ada beberapa Suku di Sumatera Selatan seperti, Suku Kayu Agung, Suku Lematang, Suku ogan (oki-oku), Suku Pasemah, Suku Sekayu, Suku Rawas, Suku Banyuasin dan lain-lain.

Berikut bebarapa suku yang ada di Sumatera Selatan

1. Suku Komering

Suku Komering merupakan salah satu kelompok budaya yang berada di Sumatera Selatan, terletak sepanjang Sungai Komering. Seperti kebanyakan suku di wilayah tersebut, Suku Komering dikenal sebagai penjelajah yang jejaknya dapat ditemui hingga ke wilayah Lampung.

Mereka terbagi menjadi dua kelompok utama: Komering Ilir, yang bermukim di sekitar Kayu Agung, dan Komering Ulu, yang tinggal di sekitar kota Baturaja.

Suku Komering memiliki beragam marga yang memperkaya keberagaman budaya mereka. Di antara marga-marga tersebut terdapat marga Paku Sengkunyit, marga Sosoh Buay Rayap, marga Buay Pemuka Peliyung, marga Buay Madang, dan marga Semendawai.

2. Suku Palembang

Kelompok suku Pakembang mendominasi sekitar 50% dari wilayah Kota Palembang. Suku Palembang, dalam strukturnya, terbagi menjadi dua kelompok utama: Wong Jero, yang merupakan keturunan bangsawan atau hartawan, dan sedikit lebih rendah dari golongan istana pada masa kejayaan kerajaan di Palembang; dan Wong Jabo, yang merupakan golongan rakyat biasa.

Menariknya, seorang ahli yang juga keturunan raja mengungkapkan bahwa suku Palembang merupakan hasil percampuran dari berbagai bangsa seperti Arab, Cina, suku Jawa, dan beragam kelompok suku lainnya di Indonesia. Akibatnya, suku Palembang memiliki dua ragam bahasa yang berbeda: Baso Palembang Alus dan Baso Palembang Sari-Sari.

3. Suku Gumai

Suku Gumai merupakan salah satu kelompok yang bermukim di wilayah Kabupaten Lahat. Sebelum terbentuknya Kota Lahat, wilayah Gumai merupakan bagian dari teritorial yang dikenal sebagai GUMAI, yang terdiri dari Marga Gumai Lembak, Marga Gumai Ulu, dan Marga Gumai Talang.

Namun, dengan berdirinya Kota Lahat, wilayah Gumai terbagi menjadi dua bagian. Gumai Lembak dan Gumai Ulu menjadi bagian dari Kecamatan Pulau Pinang, sementara Gumai Talang menjadi bagian dari Kecamatan Kota Lahat.

4. Suku Sumendo

Suku Semendo berada di Kecamatan Semendo, Kabupaten Muara Enim, Sumatera Selatan. Menurut catatan sejarah, mereka berasal dari keturunan suku Banten yang bermigrasi dari Jawa ke Sumatera beberapa abad yang lalu dan kemudian menetap di wilayah Semendo.

Sekitar 100% populasi Semendo menggantungkan hidupnya pada pertanian, yang masih dilakukan dengan metode tradisional. Kehidupan seni dan budaya mereka, termasuk tarian, sangat dipengaruhi oleh budaya Melayu Islam.

Bahasa Semendo digunakan dalam interaksi sehari-hari, dan ciri khasnya adalah akhiran kata yang umumnya berbunyi "e".

5. Suku Lintang

Di kawasan pegunungan Bukit Barisan di Sumatera Selatan, suku Lintang menjadikan tempat ini sebagai tempat tinggal mereka, dikelilingi oleh suku Pasemah dan Rejang.

Penduduk suku Melayu Lintang mengandalkan pertanian sebagai sumber utama penghidupan mereka. Mereka menanam berbagai jenis tanaman seperti kopi, beras, kemiri, karet, dan sayuran. Selain itu, mereka juga beternak hewan seperti kambing, kerbau, ayam, itik, dan bebek.

Meskipun tinggal di tepi sungai, mereka jarang mencari nafkah dari sektor perikanan.

Inilah berapa suku di sumatera selatan yang dapat kamu jadikan referensi dalam memperkaya pengetahuan suku suku di indonesia. (Dandy/Karisa)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto