Sumsel

Tiket Nonton Timnas Naik Draktis, Begini Respon PSSI

Deni Hermawan | 16 Mei 2024, 15:17 WIB
Tiket Nonton Timnas Naik Draktis, Begini Respon PSSI

AKURAT.CO SUMSEL PSSI akhirnya buka suara menanggapi polemik naiknya harga tiket laga Timnas Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia melawan Irak dan Filipina pada Juni mendatang.

Melalui salah satu anggota Exco, Arya Sinulingga, PSSI mengungkapkan bahwa keputusan untuk menaikkan harga tiket tersebut bukanlah tanpa alasan. 

Menurut Arya, langkah tersebut diambil karena PSSI membutuhkan pendanaan yang memadai untuk mendukung Timnas Indonesia.

Baca Juga: Akibat Keputusan Konyol Wasit Prancis, Shin Tae-Yong Akan Absen Dampingi Timnas Senior di Kualifikasi Piala Dunia Hadapi Irak?

Diketahui bahwa harga tiket untuk dua pertandingan Timnas Indonesia dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia memang mengalami peningkatan yang signifikan. 

Harga tiket termurah ditetapkan sebesar Rp550 ribu, sementara untuk kategori Garuda West dan Garuda East dijual dengan harga Rp850 ribu dan untuk tiket terusan dijual dengan harga Rp1,5 juta.

Adapun untuk kategori tiket Premium West dan Premium East, PSSI menjualnya dengan harga Rp1,25 juta, sedangkan tiket terusan dijual seharga Rp2,25 juta. Ini merupakan tiket dengan kategori termahal yang tersedia.

"Perlu kalian tahu, ini memang berat sekali bagi kita PSSI untuk membuat harga seperti sekarang ini. Kenapa, karena kalau Timnas-nya makin kuat, butuh pendanaan makin besar," kata Arya dalam keterangan resminya.

Ia mengambil contoh pendanaan Timnas Indonesia U-23 di kancah Piala Asia U-23 lalu. Maka, semakin jauh perjalanan Timnas Indonesia dalam turnamen tersebut, semakin besar pula dana yang diperlukan untuk akomodasi dan sebagainya.

Karena dana akomodasi yang dibutuhkan Timnas Indonesia cukup besar. Untuk itu PSSI memang harus mencari sumber pendanaan.

"Kemudian, nanti di Piala Dunia 2026, kita semua berharap masuk ke putaran ketiga, di sana kita sudah ada 10 kali pertandingan yang akan kita laksanakan, dan itu butuh pendanaan lagi. Tim, penginapan, akomodasi, dan ketika tandang naik pesawat lagi, dan sebagainya. Jadi, memang Timnas makin kuat, pendanaan makin kuat. Maka, dibutuhkan dana yang banyak," urainya.

Arya dengan tegas membantah tuduhan bahwa PSSI mencari keuntungan dengan menaikkan harga tiket pertandingan Timnas Indonesia. 

Ia pun meminta maaf akan keputusan tersebut, namun sambungnya, keputusan ini diambil semata-mata untuk membiayai kebutuhan Timnas Indonesia.

Diakuinya, memang terdapat pendanaan dari adanya hak siar, namun hal itu tidak cukup. Makanya, salah satunya dilakukan dari tiket meskipun hal ini dinilai masih kecil dibandingkan yang lainnya. 

"Jadi, tidak ada kita cari untung. Ini semua untuk membiayai Timnas salah satunya,”jelasnya. [ ]

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
A