Muba Tetapkan Status Siaga Darurat Bencana Hidrometeorologi hingga Mei 2026

AKURAT.CO SUMSEL Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) resmi menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi selama musim hujan. Status ini berlaku hingga 31 Mei 2026, menyusul empat kabupaten/kota lainnya di Sumatera Selatan yang lebih dulu mengambil langkah antisipatif.
Keputusan tersebut diambil setelah berkaca pada kejadian musim hujan tahun-tahun sebelumnya, di mana Muba menjadi salah satu wilayah dengan risiko tinggi banjir dan tanah longsor.
Kepala BPBD Muba, Marko Susanto mengungkapkan, saat ini debit air di sejumlah sungai terpantau meningkat, namun masih dalam batas aman. Meski demikian, pengawasan tetap diperketat untuk mencegah potensi bencana mendadak.
“Kedalamannya masih normal, tetapi kami telah menugaskan satgas di kecamatan-kecamatan rawan untuk memantau tinggi permukaan air sungai secara berkala,” ujarnya, Senin (8/12/2025).
Marko menyebut, status darurat bisa dinaikkan menjadi tanggap darurat jika terjadi kejadian luar biasa yang berdampak luas terhadap masyarakat.
Baca Juga: Truk HD PPA Disebut Bakal Melintas ke Site Dizamatra, Warga Lahat Minta Pemerintah Bertindak
Wilayah rawan banjir di Muba tersebar di sejumlah kecamatan yang berada di sepanjang aliran Sungai Musi, mulai dari Sanga Desa, Lais, Keluang, Babat Toman, Lawang Wetan hingga Sekayu. Kawasan ini tercatat selalu terdampak banjir ketika intensitas hujan meningkat.
BPBD Muba telah melakukan mitigasi dengan memberikan imbauan dan sosialisasi ke masyarakat bantaran sungai agar tetap waspada serta menyiagakan petugas piket bencana di setiap kecamatan.
“Personel dan peralatan selalu disiagakan apabila sewaktu-waktu bencana terjadi. Kami minta warga tetap tenang namun meningkatkan kewaspadaan karena potensi cuaca ekstrem masih bisa muncul pada malam hari,” tambahnya.
Sebelumnya, empat wilayah di Sumsel telah menetapkan siaga darurat hidrometeorologi, yaitu Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Kota Pagar Alam, Kota Prabumulih, serta satu daerah lainnya yang terlebih dahulu meningkatkan status.
Dengan penetapan ini, koordinasi lintas instansi diharapkan menjadi lebih cepat. Selain itu, kesiapsiagaan masyarakat juga ditingkatkan untuk mengantisipasi risiko bencana seperti banjir, tanah longsor, dan angin kencang.
Penetapan status siaga ini disebut sebagai langkah penting untuk meminimalkan dampak kerugian serta memastikan penanganan bencana di Sumsel berjalan lebih efektif dan terarah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Daftar Kasus yang Pernah Ditangani Kamarudin Simanjutak: Korupsi E-KTP Sampai Pembunuhan Brigadr J
- 2Mutasi Pejabat Polrestabes Palembang, Kasatresnarkoba hingga Kapolsek Sako Berganti
- 3Harley-Davidson Siapkan Motor Murah Sprint, Harga Berpotensi Rp30 Jutaan
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 5Update Jadwal Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026
- 6BMKG Prediksi Hujan Merata di Sumsel Mulai Pertengahan November 2026
- 7Ramalan Zodiak Libra Hari Ini, Senin 19 Oktober 2026: Asmara Harmonis, Keuangan Perlu Dijaga
- 8Sumsel United Waspadai Persikad Depok, Nasuha Soroti Masalah Fokus Pemain
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








