Sumsel

Tak Kunjung Angkat Telepon, Pria 55 Tahun Ditemukan Membusuk di Rumahnya

Deny Wahyudi | 5 Oktober 2026, 15:41 WIB
Tak Kunjung Angkat Telepon, Pria 55 Tahun Ditemukan Membusuk di Rumahnya

AKURAT.CO SUMSEL Warga Jalan Basuki Rahmat, Lorong Inras, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Kemuning, Palembang, digegerkan dengan penemuan seorang pria yang sudah tidak bernyawa di dalam rumahnya, Minggu (4/10/2026) sore.

Korban diketahui bernama Teddy Wifranto (55), warga sekitar lokasi kejadian. Jenazah korban ditemukan dalam kondisi sudah membusuk di lantai dua rumahnya.

Peristiwa tersebut bermula ketika kakak korban, Oejin (61), mencoba menghubungi Teddy melalui sambungan telepon. Namun, panggilan tersebut tidak kunjung mendapat respons.

Merasa curiga, Oejin kemudian mendatangi rumah korban. Setibanya di lokasi, saksi sempat berusaha membuka pintu. Karena tidak ada respons dari dalam rumah, pintu akhirnya dibuka secara paksa.

Saat masuk ke dalam rumah, saksi mendapati korban sudah tergeletak di lantai dua dalam posisi tertelungkup dan tidak bernyawa.

Baca Juga: Tertangkap Basah Copet Uang Rp94 Ribu di Pasar 16 Ilir Palembang, Pelaku Diamankan Warga

Penemuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua RT setempat dan pihak kepolisian.

Mendapat laporan, Pamapta SPKT Polrestabes Palembang Ipda Eko Denni Saputra bersama personel piket Reskrim, Inafis dan Polsek Kemuning langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Petugas juga meminta keterangan dari sejumlah saksi di sekitar lokasi.

Ipda Eko membenarkan adanya penemuan jenazah seorang pria yang telah dalam kondisi membusuk tersebut.

"Mendapat laporan, saya bersama anggota lainnya menuju TKP dan melakukan olah TKP serta memeriksa saksi-saksi di lapangan," kata Ipda Eko, Senin (5/10/2026).

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Ipda Eko mengatakan, korban diduga memiliki riwayat penyakit diabetes. Meski demikian, untuk memastikan penyebab kematian, pihak kepolisian sempat meminta keluarga agar jenazah menjalani visum.

Namun, permintaan tersebut ditolak oleh pihak keluarga.

"Ayuk korban tidak mau divisum. Kami pun meminta pernyataan kepada pihak keluarga untuk tidak dilakukan visum," ujar Ipda Eko.

Setelah proses olah TKP dan pemeriksaan awal selesai, jenazah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk proses selanjutnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
Reporter
Deny Wahyudi
K
Editor
Kurnia