Sumsel

Puan Maharani Bicara Terus Terang soal DPR: Kritik Rakyat Harus Jadi Bahan Evaluasi

Kurnia | 1 September 2026, 12:00 WIB
Puan Maharani Bicara Terus Terang soal DPR: Kritik Rakyat Harus Jadi Bahan Evaluasi
Ketua DPR RI, Puan Maharani saat Menyampaikan Pidato Penyampaian RUU APBN 2027 - AKURAT.CO/ANDOY

AKURAT.CO SUMSEL Ketua DPR RI Puan Maharani mengakui lembaga yang dipimpinnya masih memiliki banyak pekerjaan rumah.

Momentum Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 DPR RI disebutnya harus menjadi kesempatan untuk memperbaiki kinerja parlemen sekaligus memperkuat kembali kepercayaan masyarakat.

Puan menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Paripurna DPR dalam rangka HUT ke-81 DPR RI sekaligus penyampaian Laporan Kinerja DPR RI Tahun Sidang 2025-2026 di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (1/9/2026).

Dalam pidatonya, Puan mengatakan DPR masih memiliki ruang untuk meningkatkan pelaksanaan sejumlah fungsi utama parlemen.

“DPR RI juga menyadari bahwa masih terdapat banyak ruang untuk berbenah dan meningkatkan kualitas pelaksanaan fungsi legislasi, anggaran, pengawasan, serta diplomasi parlemen,” kata Puan.

Baca Juga: Harga BBM Pertamina 1 September 2026, Pertamax Turbo, Pertamina Dex dan Dexlite Naik Lagi

Puan juga menyinggung kritik yang selama ini disampaikan masyarakat terhadap DPR. Menurutnya, kritik tidak seharusnya dipahami sebagai tanda renggangnya hubungan antara parlemen dan rakyat.

Sebaliknya, kritik merupakan bagian dari proses demokrasi. Masukan masyarakat, kata Puan, dapat menjadi pengingat bagi DPR agar kebijakan dan kerja parlemen tetap berkaitan dengan kebutuhan rakyat.

“DPR RI terbuka terhadap masukan, kritik, dan berbagai kalangan masyarakat,” ujarnya.

Puan menilai suara publik justru penting untuk memastikan DPR tidak kehilangan kedekatan dengan aspirasi masyarakat.

Karena itu, setiap kritik dan masukan akan dijadikan bahan evaluasi untuk melakukan perbaikan dan transformasi di tubuh DPR.

Dalam kesempatan tersebut, Puan juga menekankan bahwa membangun kepercayaan publik tidak bisa hanya dilakukan melalui pernyataan.

Menurutnya, masyarakat akan menilai DPR berdasarkan kesesuaian antara aspirasi yang diserap, kebijakan yang dihasilkan, dan dampak yang benar-benar dirasakan.

“Kepercayaan rakyat tidak tumbuh hanya dari apa yang disampaikan melalui kata-kata, tetapi terutama dari konsistensi antara aspirasi yang didengar, kebijakan yang diambil, dan manfaat yang dapat dirasakan oleh rakyat,” tutur Puan.

Pernyataan tersebut menjadi penekanan Puan mengenai pentingnya hasil kerja parlemen yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Memasuki usia 81 tahun, Puan menegaskan perjalanan DPR belum berakhir. Ia justru melihat peringatan tersebut sebagai momentum untuk memperkuat pengabdian lembaga legislatif kepada masyarakat.

Puan mengatakan DPR perlu terus melakukan pembenahan, memperkuat kepercayaan publik, dan menyempurnakan praktik demokrasi di Indonesia.

“Delapan puluh satu tahun DPR RI bukanlah titik akhir sebuah perjalanan. Tetapi merupakan momentum untuk memperkuat pengabdian, berbenah diri, memperkuat kepercayaan rakyat, dan terus menyempurnakan demokrasi Indonesia,” kata Puan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia