Sumsel

Polemik Rekening Donasi AMPB, Seruan Tarik Saldo dari Bank Mandiri Menggema

Kurnia | 26 Agustus 2026, 13:28 WIB
Polemik Rekening Donasi AMPB, Seruan Tarik Saldo dari Bank Mandiri Menggema
Ilustrasi.

AKURAT.CO SUMSEL Seruan boikot terhadap Bank Mandiri ramai beredar di media sosial menjelang rencana aksi Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) di Jakarta, Kamis (27/8/2026).

Seruan tersebut muncul setelah polemik penundaan transaksi rekening milik Koordinator AMPB, Supriyono alias Botok, yang disebut digunakan untuk menampung donasi logistik aksi.

Di media sosial, sejumlah warganet menyerukan penarikan saldo dari Bank Mandiri. Bahkan, ada pengusaha yang mengaku telah memindahkan sistem penggajian atau payroll karyawannya dari bank tersebut sebagai bentuk protes.

Kritik juga membanjiri akun Instagram resmi Bank Mandiri. Sejumlah pengguna media sosial mengunggah foto kartu ATM yang telah dipatahkan sebagai bentuk kekecewaan.

Seruan serupa turut muncul di platform Threads. Warganet mengajak pengguna untuk menghapus aplikasi Livin’ by Mandiri dan menarik dana dari rekening mereka.

Baca Juga: Seleksi Petugas Haji 2027 Dibuka, Pendaftaran Dimulai 25 Agustus

Polemik ini bermula dari rekening milik Supriyono yang disebut menampung dana donasi untuk kebutuhan logistik aksi dengan nilai sekitar Rp80,9 juta.

Penundaan transaksi rekening tersebut kemudian memicu perdebatan. Sebagian masyarakat mempertanyakan langkah yang dilakukan terhadap rekening tersebut, sementara pihak berwenang memberikan penjelasan mengenai status rekening.

Polda Metro Jaya dan Bank Mandiri menyatakan rekening Supriyono tidak diblokir secara total dan sepihak.

Transaksi pada rekening tersebut disebut mengalami penundaan selama lima hari berdasarkan permintaan aparat penegak hukum.

Meski telah ada klarifikasi, reaksi publik di media sosial belum mereda. Seruan boikot dan penarikan dana masih terus bermunculan.

Situasi tersebut semakin mendapat perhatian menjelang aksi AMPB yang dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada Kamis (27/8/2026).

Aksi itu menjadi bagian dari penyampaian aspirasi terkait polemik rekening yang digunakan untuk menampung donasi logistik tersebut.

Hingga kini, perdebatan di media sosial masih berlangsung. Di satu sisi, warganet menyuarakan protes terhadap kebijakan penundaan transaksi.

Di sisi lain, Bank Mandiri dan aparat penegak hukum telah memberikan klarifikasi mengenai alasan penundaan transaksi rekening tersebut.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

K
Reporter
Kurnia
K
Editor
Kurnia