Gerhana Bulan 2026 Hampir Total, 3,6 Miliar Orang Berpeluang Menyaksikan

AKURAT.CO SUMSEL Langit dunia akan kembali dihiasi fenomena astronomi menarik pada 27–28 Agustus 2026.
Gerhana Bulan sebagian yang tergolong sangat dalam ini akan membuat hampir seluruh permukaan Bulan masuk ke dalam bayangan gelap Bumi.
Menariknya, meski berstatus gerhana sebagian, fenomena tersebut akan terlihat seperti gerhana yang nyaris total.
Pada saat maksimum, sekitar 96,3 persen piringan Bulan berada di dalam umbra Bumi. NASA mencatat puncak gerhana terjadi sekitar 04.13 UTC pada 28 Agustus.
Fenomena ini juga memiliki jangkauan pengamatan yang sangat luas. Data timeanddate memperkirakan sekitar 3,6 miliar orang atau 44,41 persen populasi dunia berada di wilayah yang setidaknya dapat melihat fase penumbra.
Sementara sekitar 3,34 miliar orang berkesempatan melihat fase gerhana sebagian.
Baca Juga: 10 Negara dengan Hutan Terluas di Dunia, Indonesia Termasuk?
Namun, tidak semua wilayah mendapatkan pertunjukan yang sama.
Gerhana Bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan sehingga bayangan Bumi jatuh ke permukaan Bulan.
Pada gerhana 28 Agustus nanti, posisi ketiganya tidak benar-benar sejajar sempurna. Akibatnya, Bulan tidak sepenuhnya masuk ke dalam umbra dan fenomena tersebut dikategorikan sebagai gerhana Bulan sebagian.
Meski begitu, cakupannya sangat besar. Lebih dari 96 persen piringan Bulan akan berada di dalam bayangan inti Bumi ketika mencapai maksimum.
Karena itu, secara visual fenomenanya diperkirakan akan tampak seperti gerhana total yang tidak sampai benar-benar mencapai fase total.
Bagian Bulan yang berada di dalam umbra juga dapat terlihat berwarna kemerahan atau tembaga.
Warna tersebut berkaitan dengan cahaya Matahari yang melewati atmosfer Bumi sebelum mencapai permukaan Bulan.
Amerika Jadi Wilayah Paling Beruntung
Wilayah Amerika menjadi salah satu kawasan terbaik untuk menyaksikan gerhana ini. Sebagian besar Amerika Utara dan Selatan dapat melihat fase utama gerhana, meski batas wilayah pengamatan berbeda-beda.
Di lokasi yang mendapatkan seluruh rangkaian, pengamat dapat menyaksikan Bulan mulai memasuki penumbra, kemudian masuk ke umbra, mencapai puncak, dan perlahan keluar kembali dari bayangan Bumi.
NASA menyebut fase gerhana sebagian yang dramatis berlangsung mulai sekitar 02.34 UTC, sementara puncaknya terjadi sekitar 04.13 UTC.
Eropa dan Afrika Tak Selalu Bisa Melihat dari Awal
Pengamat di sebagian wilayah Eropa dan Afrika juga dapat menyaksikan gerhana, tetapi kesempatan tersebut sangat bergantung pada posisi Bulan ketika fenomena berlangsung.
Di sejumlah lokasi, Bulan akan berada dekat cakrawala atau terbenam sebelum seluruh rangkaian selesai. Karena itu, lokasi dengan pandangan terbuka ke arah Bulan menjadi sangat penting.
Perbedaan ini membuat pengalaman pengamatan antara satu wilayah dan wilayah lainnya tidak sama. Ada yang dapat menikmati hampir seluruh proses, sementara wilayah lain hanya kebagian sebagian fase gerhana.
Indonesia Tidak Kebagian Pertunjukan Langsung
Sayangnya bagi masyarakat Indonesia, gerhana Bulan sebagian pada 28 Agustus 2026 tidak dapat diamati secara langsung dari Indonesia.
NASA mencatat wilayah visibilitas utama gerhana mencakup kawasan Pasifik timur, Amerika, Eropa, dan Afrika. Indonesia berada di luar wilayah yang dapat menyaksikan fase gerhana tersebut secara langsung.
Baca Juga: ISPA di Palembang Tembus 9.313 Kasus dalam 21 Hari, Warga Diminta Waspada Kabut Asap
Dengan demikian, meskipun miliaran orang di berbagai belahan dunia berkesempatan melihat fenomena langit ini, masyarakat Indonesia tidak dapat menyaksikan langsung Bulan yang hampir seluruhnya tertutup bayangan Bumi.
Berlangsung Lebih dari Lima Jam
Secara keseluruhan, rangkaian gerhana berlangsung sekitar 5 jam 38 menit, jika fase penumbra turut dihitung. Sementara fase gerhana sebagian berlangsung sekitar 3 jam 18 menit.
Namun, fase penumbra tidak selalu mudah dikenali dengan mata karena perubahan cahaya Bulan relatif samar.
Bagian paling menarik secara visual adalah ketika Bulan mulai memasuki umbra dan bayangan gelap Bumi perlahan menutupi permukaannya.
Data timeanddate memperkirakan sekitar 987 juta orang dapat menyaksikan seluruh rangkaian gerhana dari awal hingga akhir.
Angka itu jauh lebih kecil dibandingkan jumlah orang yang hanya dapat melihat sebagian fenomenanya.
Gerhana Bulan 2026 pun menjadi fenomena yang menarik bukan hanya karena luas wilayah pengamatannya, tetapi juga karena statusnya yang unik bukan gerhana total, tetapi hampir seluruh permukaan Bulan akan berada dalam bayangan gelap Bumi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Pre-Order iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di iBox, Cek Jadwal dan Promo
- 25 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 3Ramalan Zodiak Leo Hari Ini, Cinta, Karier, dan Keuangan
- 4Kabut Asap Mulai Mereda, 52 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Berjalan Lancar
- 5Penggerebekan Narkoba di Lorong Jayalaksana Palembang, Polisi Sita 4 Paket Sabu
- 6BMKG Prediksi Seluruh Wilayah Sumsel Akan Dilanda Hujan Hari Ini
- 7Sinopsis dan Daftar Pemain Bapak Paling Jujur, Tayang Mulai 15 Oktober 2026
- 85 Ramalan Zodiak Akhir Pekan, Saatnya Bersantai dan Menata Kembali Prioritas
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu





