Sumsel

Polisi Tegaskan Isu Penculikan Anak di Palembang Hoaks, Warga Diminta Tak Panik

Maman Suparman | 28 Oktober 2025, 15:21 WIB
Polisi Tegaskan Isu Penculikan Anak di Palembang Hoaks, Warga Diminta Tak Panik

AKURAT.CO SUMSEL Warga Palembang sempat dihebohkan dengan beredarnya video mengerikan di media sosial yang menampilkan dugaan penculikan dan mutilasi anak di bawah umur.

Dalam rekaman tersebut disebutkan korban dimasukkan ke dalam karung oleh sekelompok pria bersenjata tajam.

Namun setelah dilakukan penelusuran, pihak kepolisian memastikan video tersebut tidak benar alias hoaks.

Kapolsek Kemuning, AKP Jalili, menegaskan bahwa informasi yang beredar itu tidak berdasar dan tidak terjadi di wilayah Palembang.

“Itu hoaks, tidak benar. Kami minta masyarakat jangan mudah percaya dengan informasi seperti itu,” ujar Jalili, Selasa (28/10/2025) pagi.

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mudah menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama di platform media sosial seperti WhatsApp dan Facebook.

“Sebelum membagikan berita, pastikan dulu kebenarannya. Jangan sampai ikut menyebarkan kabar yang bisa menimbulkan keresahan,” tegasnya.

Baca Juga: Buser Kalidoni Lumpuhkan Residivis Curanmor yang Sering Beraksi di Palembang

Video berdurasi pendek itu sebelumnya beredar luas di berbagai grup WhatsApp sekolah dan komunitas ibu-ibu, dengan narasi adanya penculikan anak di kawasan Palembang. Banyak orang tua yang dibuat panik, terutama mereka yang memiliki anak usia sekolah dasar.

Salah satu warga, Elyana (34), mengaku sempat khawatir setelah menonton video tersebut. “Anak saya masih kelas dua SD. Walaupun rumah dan sekolahnya dekat, tetap saja kami cemas karena di video itu terlihat ada lima pelaku bawa senjata tajam,” ujarnya.

Pihak kepolisian kini tengah menelusuri asal mula video tersebut untuk mengidentifikasi penyebar pertama. Jalili menegaskan, penyebar hoaks bisa dijerat hukum sesuai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

“Kami akan tindak tegas siapa pun yang dengan sengaja menyebarkan berita bohong yang meresahkan masyarakat,” pungkas Jalili. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia