BPBD Sumsel Siaga 24 Jam di Daerah Berpotensi Rawan Bencana , Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrim Sepekan ke Depan

AKURAT.CO SUMSEL Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Selatan meningkatkan kewaspadaan menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan berlangsung pada 11–18 September 2025.
Peringatan ini menindaklanjuti prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memproyeksikan hujan sedang hingga sangat lebat di sejumlah wilayah Sumatra, termasuk Sumsel.
Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M. Iqbal Alisyahbana, mengatakan pihaknya telah menginstruksikan BPBD kabupaten/kota untuk siaga 24 jam di daerah rawan bencana. Hal ini sebagai langkah antisipasi kemungkinan banjir, tanah longsor, maupun angin kencang akibat intensitas hujan tinggi.
“Untuk periode 11–14 September, hujan sedang hingga lebat berpotensi mengguyur Sumsel, sementara 15–18 September kondisi ini masih berlanjut. Masyarakat perlu meningkatkan kewaspadaan, khususnya di wilayah yang sering terdampak banjir dan longsor,” ujar Iqbal, Rabu (17/9/2025).
Ia menjelaskan, kondisi atmosfer saat ini dipengaruhi fase negatif Dipole Mode Index (DMI) yang meningkatkan pasokan uap air ke wilayah barat Indonesia, serta adanya aktivitas gelombang atmosfer seperti MJO dan Kelvin.
Selain itu, bibit siklon tropis di Samudra Hindia barat Bengkulu turut mengganggu pola angin, sehingga peluang hujan deras semakin besar.
“Di Sumsel, kelembapan udara dan labilitas atmosfer cukup tinggi, sehingga memicu terbentuknya awan hujan konvektif. Situasi ini berpotensi menimbulkan cuaca ekstrem yang berdampak pada masyarakat,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, BPBD Sumsel telah mengaktifkan sistem peringatan dini dan membuka posko siaga bencana selama 24 jam. Koordinasi dengan aparat desa dan kelurahan juga diperketat untuk mempercepat respons apabila terjadi bencana.
“Kami minta masyarakat aktif memantau informasi resmi dari BMKG dan BPBD. Jika ada kejadian banjir, longsor, atau angin kencang segera laporkan agar bisa cepat ditangani,” tegas Iqbal.
Ia juga mengingatkan masyarakat yang tinggal di daerah bantaran sungai, lereng bukit, maupun wilayah padat penduduk untuk lebih berhati-hati saat hujan turun dengan durasi panjang.
“Kesiapsiagaan bersama menjadi kunci. Dengan koordinasi antara pemerintah dan masyarakat, risiko bencana bisa diminimalisir,” pungkasnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Klasemen Sementara Asian Games 2026: Indonesia di Urutan 14 Raih 27 Medali
- 2Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 3iPhone 18 Pro Max vs Xiaomi 18 Pro Max, Adu Spek Flagship 2026: Kamera 200MP hingga Baterai 8.500 mAh
- 415 Daerah di Sumsel Berpotensi Hujan Besok Siang, Cek Daftar Wilayahnya
- 5Ciri-ciri Bansos PKH BPNT September 2026 Cair dan Masuk Rekening
- 6Jadwal Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Jam Berapa?
- 7Harvest Moon 26-27 September 2026, Ini Waktu Puncak Bulan Purnama di Indonesia
- 8Ramalan Zodiak Aries Hari Ini 28 September 2026, Ada Peluang Finansial dan Tantangan dalam Hubungan
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









