Sumsel

Pidato Kenegaraan Terakhir, Jokowi Sampaikan Permohonan Maaf

Haris Ma'ani | 16 Agustus 2024, 12:57 WIB
Pidato Kenegaraan Terakhir, Jokowi  Sampaikan Permohonan Maaf

AKURAT.CO SUMSEL Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengukir sejarah dengan menyampaikan pidato kenegaraan terakhirnya dalam Sidang Tahunan MPR serta Sidang Bersama DPR-DPD di Gedung MPR, Jakarta Pusat, Jumat (16/8/2024).

Pidato ini menjadi momen refleksi atas perjalanan pemerintahan Jokowi selama satu dekade memimpin Indonesia, sekaligus penanda transisi menuju kepemimpinan baru.

Dalam pidato tersebut, Jokowi tidak hanya memamerkan berbagai capaian monumental selama masa pemerintahannya, tetapi juga merenungkan dampak dari kebijakan-kebijakannya terhadap masyarakat luas.

"Selama 10 tahun ini, kita telah membangun sebuah fondasi dan peradaban baru," ujar Jokowi, menekankan konsep pembangunan yang "Indonesiasentris" serta upaya membangun infrastruktur di seluruh penjuru negeri, mulai dari desa hingga wilayah terluar Indonesia.

Namun, yang menarik perhatian dari pidato Jokowi kali ini adalah penekanan pada dampak sosial dan ekonomi dari pembangunan infrastruktur tersebut.

Baca Juga: Pengertian Makna Sedekah Jumat bagi Manusia, Ini Penjelasannya

Jokowi mengklaim bahwa upaya ini telah berhasil menurunkan biaya logistik secara signifikan dari 24% menjadi 14% pada tahun 2023, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global.

"Karena akses yang lebih adil dan merata, kita dapat memperkuat persatuan," tambahnya.

Dalam momen yang jarang terjadi, Jokowi juga menggunakan panggung pidato kenegaraan ini untuk menyampaikan permohonan maaf. Ia menyadari bahwa tidak semua harapan dan cita-cita rakyat dapat terpenuhi selama masa jabatannya.

"Saya mohon maaf untuk setiap hati yang mungkin sedih dan setiap harapan yang mungkin tidak terwujud," ucapnya.

Pidato ini juga menjadi penegasan tentang pentingnya transisi kepemimpinan yang mulus dan penuh tanggung jawab. Dengan penuh hormat, Jokowi menyebut Prabowo Subianto, Presiden Terpilih periode 2024-2029, yang akan meneruskan tongkat estafet kepemimpinan bangsa.

"Tahun depan, saya berharap Bapak akan memberikan pidato kenegaraan," ujarnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto