Sumsel

Hadapi Kemarau Basah, BPBD Sumsel Siapkan Langkah Pencegahan Karhutla

Haris Ma'ani | 28 Juni 2024, 16:57 WIB
Hadapi Kemarau Basah, BPBD Sumsel Siapkan Langkah Pencegahan Karhutla

AKURAT.CO SUMSEL Pemprov Sumsel melalui BPBD Sumsel telah menyiapkan strategi untuk mengantisipasi potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di musim kemarau tahun ini.

Terlebih lagi prakiraan BMKG bahwa tahun ini masuk dalam kemarau basah (La Nina) yang mana hari tanpa hujannya tidak terlalu panjang seperti tahun kemarin ini.

"Fase musim kemarau tahun ini diprediski lebih pendek dari tahun sebelumnya, karena pada tahun ini kemaraunya basah atau disebut dengan fenomena La Nina dengan Hari Tanpa Hujan (HTH) tidak terlalu panjang," kata Kepala Pelaksana BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahabana, Jumat (28/6/2024).

Selain meminta bantuan helikopter water bombing dan helikopter patroli, BPBD Sumsel juga sudah mengajukan Teknik Modifikasi Cuaca (TMC) ke pemerintah pusat melalui BNPT.

"Selaian meminta bantuan helikopter kita juga sudah mengajukan TMC, di mana TMC ini untuk membasahi lahan di Sumsel terutama lahan gambut, ini penting selagi masih ada potensi dari awan hujan akan berpengaruh tingkat keberhasilan TMC," jelasnya.

Baca Juga: Pemprov Sumsel Siapkan 6 Helikopter Water Bombing untuk Antisipasi Karhutla

BPBD Sumsel juga meminta Dinas Kehutanan, Perkebunan, serta perusahaan perkebunan di Sumsel untuk membuat embung sebagai penampungan air.

"Selain embung, kami juga menyampaikan kepada perusahaan untuk membuat kanal blocking dan parit gajah," tambah Iqbal.

Untuk mencegah terjadinya karhutla, BPBD Sumsel akan menggencarkan sosialisasi mengenai upaya pencegahan. Hal ini penting mengingat praktik membuka lahan dengan cara dibakar masih kerap terjadi.

"Kami sudah menyampaikan kepada perusahaan bahwa ketentuan dalam undang-undang melarang membuka lahan dengan cara dibakar, termasuk kepada warga. Sosialisasi ini terus kami lakukan, termasuk menyebarkan maklumat dari Kapolda Sumsel tentang larangan membakar lahan," tutupnya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

H
Reporter
Haris Ma'ani
H
Editor
Hermanto