Sumsel

OKI Waspada Karhutla, Ratusan Hektar Lahan Sudah Terbakar Sejak Awal Tahun 2024

Deni Hermawan | 13 Juli 2024, 15:30 WIB
OKI Waspada Karhutla, Ratusan Hektar Lahan Sudah Terbakar Sejak Awal Tahun 2024

AKURAT.CO SUMSEL Menghadapi musim kemarau, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) di Sumatera Selatan meningkatkan kesiapsiagaan dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Dengan wilayah yang didominasi oleh 75% rawa, OKI selalu menjadi daerah rawan karhutla. Hingga pertengahan tahun ini, ratusan hektare lahan telah terbakar.

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menunjukkan peningkatan signifikan dalam kejadian karhutla di OKI pada tahun 2023 dibandingkan tahun sebelumnya.

Pada 2022, luasan karhutla di OKI tercatat hanya 117,4 hektare dari total 2.222,6 hektare se-Sumatera Selatan.

Namun, pada 2023, luas karhutla di OKI melonjak menjadi 854,3 hektare, menyumbang 80% dari total luas karhutla di Sumatera Selatan yang menurun menjadi 1.124,8 hektare.

Lahan gambut yang terbakar di OKI pada 2023 mencapai 310 hektare, sementara lahan mineral yang terbakar sebesar 544,3 hektare.

Ini merupakan peningkatan signifikan dibandingkan tahun 2022, di mana lahan gambut yang terbakar hanya 20 hektare dan lahan mineral 97,5 hektare.

Pada 2024, data menunjukkan bahwa luasan karhutla di OKI sudah mencapai 114,9 hektare, terdiri dari 106,4 hektare lahan gambut dan 7,5 hektare lahan mineral, tertinggi dibandingkan 16 kabupaten/kota lain di Sumatera Selatan yang totalnya mencapai 313,5 hektare.

Baca Juga: Pekerja Jembatan Ogan I yang Tenggelam Berhasil Ditemukkan Tim SAR Gabungan

Dalam rangka mengantisipasi karhutla, Pemkab OKI menggelar apel pasukan kesiapsiagaan darurat karhutla pada Jumat (12/7/2024).

Pj Bupati OKI, Asmar Wijaya, menekankan pentingnya kewaspadaan tinggi terhadap tingkat kerawanan karhutla di wilayah tersebut.

"Tingkat kerawanan karhutla OKI yang tinggi patut diwaspadai. Dampak yang bisa terjadi di antaranya kekeringan, gagal panen, bahkan muncul penyakit. Untuk itu perlu diantisipasi dan kesiapsiagaan, karena kita tidak tahu seberapa tinggi keparahan 2024 ini," ujarnya.

Pergerakan karhutla tahun-tahun sebelumnya cepat diantisipasi dan dilakukan optimal karena dilakukan semua unsur.

"Mulai dari tingkat desa/kelurahan, kecamatan sampai kabupaten. Perencanaan hingga aksi di lapangan akan menjadi pembelajaran dan modal untuk antisipasi karhutla tahun ini," jelasnya.

Pemkab OKI berharap bahwa pola penanggulangan karhutla yang kolaboratif dapat diterapkan secara efektif dalam tahap pencegahan, sehingga memberikan dampak yang lebih optimal dalam penanganan karhutla di wilayah tersebut.

"Kita berharap pola penanggulangan karhutla secara kolaboratif ini dapat diterapkan saat tahap pencegahan, sehingga bisa memberikan dampak yang lebih optimal lagi dalam rangka penanganan di OKI," katanya. (Kurnia)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

D
H
Editor
Hermanto