Sumsel

Pendapatan Negara di Sumsel Tembus Rp1,19 Triliun pada Januari 2025, Tumbuh 42,52%

Maman Suparman | 25 Februari 2025, 21:00 WIB
Pendapatan Negara di Sumsel Tembus Rp1,19 Triliun pada Januari 2025, Tumbuh 42,52%

AKURAT.CO SUMSEL Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Keuangan Sumsel mencatat, realisasi pendapatan negara pada Januari 2025 mencapai Rp1,19 triliun, tumbuh signifikan sebesar 42,52% secara year on year (yoy).

Kepala Kanwil Kemenkeu Sumsel, Rahmadi Murwanto, mengungkapkan bahwa penerimaan pajak menjadi kontributor terbesar dengan nilai Rp927,95 miliar, meningkat 27,93% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Selain itu, pendapatan juga didukung oleh penerimaan kepabeanan dan cukai sebesar Rp43,40 miliar, serta Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang melonjak hingga Rp227,16 miliar.

“Pencapaian ini didorong oleh implementasi Core Tax, peningkatan layanan Badan Layanan Umum (BLU), serta kenaikan harga crude palm oil (CPO),” jelas Rahmadi dalam keterangan tertulis, Selasa (25/2/2025).

Rahmadi menjelaskan, lonjakan penerimaan pajak terjadi karena adanya penyesuaian sistem perpindahan penerimaan Wajib Pajak (WP) cabang yang kini disetorkan ke WP pusat. Hal ini sejalan dengan implementasi Core Tax yang mulai berlaku sejak Januari 2025.

“Perubahan ini berdampak positif pada pencapaian target penerimaan pajak,” ujarnya.

Baca Juga: Modus Aplikasi Palsu, Mahasiswa di Palembang Tertipu Petugas Pajak Gadungan

Di sektor kepabeanan dan cukai, peningkatan ekspor dan impor menjadi faktor utama pendorong pertumbuhan. Kenaikan harga CPO dan produk turunannya turut berkontribusi besar.

Bea masuk tercatat sebesar Rp3,12 miliar, didominasi oleh impor alat elektronik. Sementara itu, bea keluar melonjak menjadi Rp39,42 miliar, dengan ekspor produk CPO sebagai penyumbang utama.

“Realisasi bea keluar tumbuh signifikan hingga 335,97% yoy, didorong oleh kenaikan harga patokan ekspor (HPE) pada Januari 2025,” tambah Rahmadi.

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) juga menunjukkan performa yang menggembirakan dengan pertumbuhan 155,68% yoy. PNBP dari Badan Layanan Umum (BLU) menyumbang Rp99,16 miliar, sementara PNBP lainnya mencapai Rp128 miliar.

Selain itu, PNBP dari aset, piutang negara, dan lelang turut berkontribusi sebesar Rp3,93 miliar.

“Peningkatan PNBP ini tidak lepas dari perbaikan tata kelola, inovasi layanan, dan peningkatan kinerja pelayanan publik,” tegas Rahmadi.

Dengan capaian positif di awal tahun, Kanwil Kemenkeu Sumsel optimis dapat mempertahankan momentum pertumbuhan pendapatan negara sepanjang 2025.

Rahmadi menegaskan, pihaknya akan terus berupaya meningkatkan efektivitas pengelolaan pendapatan negara melalui berbagai inovasi dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia