Sumsel

Pusri Pastikan Ketersediaan Pupuk dan Distribusi Lancar

Maman Suparman | 10 April 2025, 15:54 WIB
Pusri Pastikan Ketersediaan Pupuk dan Distribusi Lancar

AKURAT.CO SUMSEL PT Pusri Palembang memastikan ketersediaan pupuk bersubsidi dan kelancaran distribusinya guna mendukung ketahanan pangan nasional.

Direktur Utama Pusri, Daconi Khotob, mengungkapkan bahwa perusahaan telah menyiapkan stok sebesar 90.587 ton pupuk urea dan 28.482 ton pupuk NPK untuk wilayah tanggung jawabnya hingga 08 April 2025.

"Penyaluran pupuk ini ditujukan untuk memastikan kebutuhan petani terpenuhi tepat waktu, terutama pasca Lebaran Idul Fitri 1446 H," ucapnya, Kamis (10/4/2025).

Pusri turut hadir dan melakukan kunjungan lapangan ke lokasi Optimalisasi Lahan Rawa (OPLA) dan Proyek Pompanisasi di Desa Sri Menanti, Tanjung Lago, Kabupaten Banyuasin.

Kunjungan ini sekaligus menjadi sarana pengawasan atas implementasi kebijakan pangan nasional dan memastikan harga serta ketersediaan pangan di wilayah Sumsel.

Selain itu, berdasarkan alokasi nasional hingga April 2025, telah disiapkan 470.555 ton pupuk urea dan 101.307 ton pupuk NPK. Dari jumlah tersebut, penyaluran yang telah direalisasikan mencapai 381.786 ton urea dan 76.011 ton NPK.

"Kita juga aktif menjalin koordinasi dengan pemerintah pusat dan daerah untuk menyederhanakan regulasi penyaluran pupuk bersubsidi, sehingga proses distribusinya dapat dilakukan lebih mudah dan cepat," katanya.

Gubernur Sumsel, Herman Deru, yang turut hadir dalam kunjungan tersebut, menyoroti potensi Sumsel sebagai salah satu lumbung pangan nasional.

“Saat ini Provinsi Sumsel menduduki peringkat kelima dalam penghasil beras nasional. Dengan dukungan pemerintah dan potensi yang besar, semoga kita bisa masuk tiga besar dan semakin optimal dalam mendukung ketahanan pangan,” ujarnya.

Salah satu petani di Desa Sri Menanti menyampaikan apresiasi atas kelancaran distribusi pupuk, yang dinilai memudahkan proses penebusan hanya dengan membawa KTP.

Desa tersebut mencatat produktivitas panen gabah kering rata-rata mencapai 5,8 ton per hektar, dengan beberapa lokasi bahkan mencatat hasil antara 7 hingga 10 ton per hektar, dan total produksi mencapai 6.495 ton.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia