Erick Thohir Akui BUMN Terlibat Dalam Lobi Tarif Dagang dengan AS, Garuda dan Pertamina Turun Gunung

AKURAT.CO SUMSEL Menteri BUMN Erick Thohir mengonfirmasi keterlibatan sejumlah perusahaan pelat merah dalam misi diplomatik ekonomi Indonesia ke Amerika Serikat.
Perusahaan seperti PT Pertamina (Persero) dan PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk ikut mendampingi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam tim negosiasi tarif yang menyasar langsung Presiden AS, Donald Trump.
Langkah ini disebut sebagai bentuk partisipasi aktif BUMN dalam mengamankan kepentingan nasional di tengah dinamika perdagangan global.
"Iya dong, karena mereka menjadi bagian dari sistem pendukung untuk menjaga transaksi," ujar Erick dikutip dari akurat.co. Rabu (9/7/2025).
Keterlibatan Garuda Indonesia disebut Erick erat kaitannya dengan rencana pengadaan pesawat baru dari Boeing. Maskapai plat merah itu, kata Erick, membutuhkan tambahan armada untuk memperkuat daya saing dan melayani rute-rute internasional secara maksimal.
Baca Juga: iPhone 17 Air Bocor di Medsos, Diklaim Paling Tipis Sepanjang Sejarah iPhone
“Termasuk pengadaan pesawat terbang, karena memang kita masih kurang,” ujarnya.
Garuda sebelumnya mengalami tekanan berat akibat pandemi dan restrukturisasi utang. Kerja sama dengan Boeing menjadi momentum penting dalam pemulihan operasional maskapai yang kini tengah dalam masa pemulihan.
Sementara itu, Pertamina dipercaya sebagai pemain utama dalam penguatan hubungan energi bilateral. Indonesia berencana menjalin kontrak pembelian minyak mentah (crude oil) dan LPG dari AS, dengan nilai transaksi mencapai USD15,5 miliar.
“(Untuk Pertamina) yang tadi pembelian minyak, crude oil,” ungkap Erick, menegaskan pentingnya posisi perusahaan migas tersebut dalam menjaga ketahanan energi nasional melalui kerja sama strategis.
Menariknya, tak hanya BUMN yang diajak bergabung dalam rombongan strategis ini.
Erick menyebut sejumlah perusahaan swasta seperti PT Indofood Sukses Makmur Tbk, PT FKS Food Sejahtera Tbk, dan beberapa asosiasi industri turut terlibat dalam mendorong tercapainya kesepakatan dagang yang lebih menguntungkan bagi Indonesia.
“Enggak hanya dari BUMN, dari private sector juga banyak. Ada dari Indofood, ada dari FKS, terus ada dari asosiasi,” kata Erick.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Cara Pre-Order iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di iBox, Cek Jadwal dan Promo
- 25 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 3Ramalan Zodiak Leo Hari Ini, Cinta, Karier, dan Keuangan
- 4Kabut Asap Mulai Mereda, 52 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Berjalan Lancar
- 5Curi HP Marbot Masjid di Palembang, Remaja 14 Tahun Diserahkan Korban ke Polisi
- 6Pemprov Sumsel Atur Jam Operasional 10 SPBU di Palembang, Ini Jadwalnya
- 7BSU Oktober 2026 Belum Resmi Diumumkan, Ini Cara Cek Informasinya
- 8Suhu Palembang Diprediksi Tembus 37 Derajat Celsius Akhir Oktober, Warga Diminta Waspada Karhutla
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu





