Digaji Puluhan Juta Tanpa Potongan Pajak, Inilah Fakta Kerja di Qatar

AKURAT.CO SUMSEL Qatar terus menjadi salah satu destinasi favorit pencari kerja dari berbagai negara, termasuk Indonesia.
Daya tarik utamanya? Gaji tinggi, bebas pajak, dan fasilitas kerja yang komplet. Namun, di balik janji manis itu, tersimpan tantangan besar yang harus siap dihadapi.
Negara kaya minyak ini mulai menetapkan upah minimum nasional sejak 2020, yakni sebesar 1.000 riyal Qatar atau setara Rp4,6 juta per bulan. Meski belum mengalami revisi, angka ini tetap cukup untuk memenuhi kebutuhan dasar.
Apalagi, perusahaan biasanya menambahkan tunjangan akomodasi sebesar 500 riyal dan uang makan 300 riyal. Jika dijumlahkan, total pendapatan minimum pekerja bisa mencapai 1.800 riyal atau sekitar Rp8,3 juta per bulan.
Mayoritas pekerja Indonesia di Qatar menempati posisi seperti sopir pribadi, teknisi, perawat, hingga asisten rumah tangga.
Namun, mereka yang memiliki keahlian atau sertifikasi profesional berpeluang meraih gaji jauh lebih tinggi.
Berikut kisaran gaji beberapa profesi di Qatar:
1. Asisten Rumah Tangga (ART): 2.000 – 7.000 riyal (Rp9,3 juta – Rp32,4 juta)
2. Sopir Pribadi: 3.000 – 28.000 riyal (Rp13,9 juta – Rp129,7 juta)
3. Perawat: 6.000 – 10.000 riyal (Rp27,8 juta – Rp46,3 juta)
4. Akuntan: 4.000 – 8.000 riyal (Rp18,5 juta – Rp37 juta)
Gaji besar ini tentunya menggiurkan. Terlebih, sistem pajak di Qatar membuat penghasilan bisa dinikmati penuh tanpa potongan negara.
Tapi, ada satu hal yang tidak bisa diabaikan: tingginya biaya hidup, terutama di ibu kota Doha.
Menurut data terbaru, rata-rata biaya hidup seorang lajang di Qatar bisa menyentuh 3.359 riyal atau sekitar Rp13,5 juta per bulan, belum termasuk tempat tinggal.
Bila membawa keluarga, biaya hidup bisa melonjak hingga 12.000 riyal atau lebih dari Rp55 juta per bulan.
Sewa apartemen jadi salah satu beban terbesar. Untuk satu kamar, harga sewa bisa mencapai 5.000 riyal (Rp23 juta), sementara unit keluarga bisa menyentuh 10.000 riyal (Rp46 juta).
Tak heran, banyak pekerja memilih perusahaan yang menyediakan akomodasi atau minimal memberi tunjangan tempat tinggal.
Meski begitu, banyak WNI tetap berminat hijrah ke Qatar demi perbaikan ekonomi.
Asalkan disertai dengan riset, kesiapan mental, dan perencanaan keuangan yang matang, kerja di Qatar bisa menjadi lompatan besar dalam karier dan masa depan finansial.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Tanda Bansos Cair Lengkap dengan Panduan Pengambilan Bantuan Via Bank dan PT Pos Indonesia
- 2iPhone 18 Pro Max vs Xiaomi 18 Pro Max, Adu Spek Flagship 2026: Kamera 200MP hingga Baterai 8.500 mAh
- 3Klasemen Sementara Asian Games 2026: Indonesia di Urutan 14 Raih 27 Medali
- 4Ciri-ciri Bansos PKH BPNT September 2026 Cair dan Masuk Rekening
- 5Update Klasemen FIFA ASEAN Cup 2026 Usai Timnas Indonesia Vs Malaysia Berakhir Imbang 0-0
- 6Jadwal Timnas Indonesia Vs Malaysia di FIFA ASEAN Cup 2026, Tayang Jam Berapa?
- 7Ramalan Zodiak Aries Hari Ini 28 September 2026, Ada Peluang Finansial dan Tantangan dalam Hubungan
- 8Update Klasemen Asian Games 2026 Hari Ini: Indonesia Tambah 3 Medali Tapi Turun Peringkat
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








