Sumsel

Optimistis Jadi Lumbung Pangan, Produksi Padi Sumsel Diproyeksi Tembus 1,27 Juta Ton di Awal 2026

Maman Suparman | 4 Februari 2026, 17:00 WIB
Optimistis Jadi Lumbung Pangan, Produksi Padi Sumsel Diproyeksi Tembus 1,27 Juta Ton di Awal 2026

AKURAT.CO SUMSEL Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) memprakirakan produksi padi pada periode Januari hingga Maret 2026 mengalami peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Produksi diproyeksikan mencapai sekitar 1,27 juta ton Gabah Kering Giling (GKG), atau bertambah sekitar 2,97 ribu ton.

Statistisi Ahli Madya Statistik Distribusi BPS Sumsel, Tituk Indrawati, menjelaskan bahwa angka tersebut masih berupa potensi yang dihitung berdasarkan perkiraan luas panen pada periode awal tahun.

“Kenaikan produksi padi ini merupakan angka sementara yang dihitung dari potensi luas panen serta rata-rata produktivitas pada subround I tahun sebelumnya,” ujarnya, Senin (2/2/2026).

BPS juga mencatat kinerja produksi padi Sumsel sepanjang 2025 menunjukkan hasil positif. Total produksi mencapai sekitar 3,63 juta ton GKG, meningkat signifikan sekitar 24,67 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat 2,91 juta ton GKG. Jika dikonversi, jumlah tersebut setara dengan sekitar 2,08 juta ton beras.

Peningkatan produksi turut didorong oleh bertambahnya luas panen. Sepanjang Januari hingga Desember 2025, luas panen tercatat mencapai 636,32 ribu hektare, naik 22,11 persen dibandingkan 521,09 ribu hektare pada tahun sebelumnya.

Baca Juga: Hilirisasi di Kampung Karet, Apkarindo Sumsel Usul Lateks Rakyat Jadi Campuran Program Gentengisasi

Tren tersebut diperkirakan berlanjut pada triwulan pertama 2026. Potensi luas panen diproyeksikan mencapai 217,04 ribu hektare atau meningkat sekitar 4,25 ribu hektare dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Menurut Tituk, kenaikan ini tidak lepas dari berbagai program pemerintah daerah, seperti optimalisasi lahan pertanian dan cetak sawah baru yang terus berlanjut.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Sumsel, Bambang Pramono, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan penambahan alokasi pupuk subsidi jenis NPK menjadi 279.000 ton pada 2026.

Usulan tersebut diajukan seiring peran Sumsel sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional serta upaya meningkatkan produksi dan memperluas area tanam.

“Kami berharap tambahan alokasi pupuk ini dapat dimanfaatkan secara maksimal sehingga produksi dan luas panen bisa meningkat secara akumulatif tahun ini,” kata Bambang.

Selain pupuk, pemerintah daerah juga berencana melakukan intervensi benih untuk lahan pertanian seluas sekitar 200 ribu hektare melalui dukungan pendanaan dari APBN serta APBD provinsi dan kabupaten/kota.

Langkah tersebut merupakan bagian dari strategi mengejar target produksi padi Sumsel yang dipatok mencapai 4 juta ton pada 2026.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia