Sumsel

Perayaan Pesta Kembang Api di Benteng Kuto Besak Palembang Ditiadakan, Pelataran BKB Ditutup Total Malam Tahun Baru 2026

Maman Suparman | 2 Desember 2025, 15:01 WIB
Perayaan Pesta Kembang Api di Benteng Kuto Besak Palembang Ditiadakan, Pelataran BKB Ditutup Total Malam Tahun Baru 2026

 


AKURAT.CO SUMSEL Ikon Palembang, Pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), yang selalu menjadi pusat keramaian perayaan tahun baru, dipastikan akan ditutup total pada malam pergantian tahun 2026.

Penutupan ini dilakukan karena kawasan tersebut sedang menjalani proyek revitalisasi besar-besaran.

Plt Kepala Dinas Pariwisata Palembang, Irman, meminta pengertian dan kesabaran masyarakat terkait kebijakan ini.

"Saat ini untuk tahun baru sepertinya tidak bisa dimanfaatkan, karena idealnya ini biasanya suka dipakai untuk tahun baru. Tapi kami sampaikan kepada masyarakat mohon bersabar. Tahun ini tidak bisa digunakan untuk kegiatan seperti tahun-tahun sebelumnya," ujar Irman, Selasa (2/12/2025). 

Irman menjelaskan bahwa revitalisasi BKB merupakan bagian dari upaya Pemkot Palembang untuk menjadikan BKB sebagai destinasi wisata heritage yang lebih representatif, nyaman, dan berfasilitas memadai.

Untuk tahap awal pengerjaan struktur ini, Pemkot Palembang mengalokasikan anggaran sebesar Rp5,7 miliar, yang merupakan bantuan dari Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan.

"Untuk struktur awal ini 5,7 miliar, dana dari bantuan pemerintah provinsi, bantuan Bapak Gubernur," ungkapnya.

Proyek saat ini masih memasuki tahap struktur dasar dan akan dilanjutkan pada tahun 2026 dengan penambahan ornamen dan fasilitas lainnya. "Nanti di tahun 2026 dilanjutkan lagi dengan ornamen-ornamen dan fasilitas lainnya sehingga lebih cantik, lebih baik, lebih bagus lagi," tambah Irman. 

Irman juga memastikan bahwa proses revitalisasi tidak melanggar aturan pelestarian cagar budaya. Pihaknya telah berkoordinasi dengan pihak cagar budaya, dan area yang dikerjakan saat ini, yaitu pelataran atau plaza BKB, tidak termasuk dalam kategori situs cagar budaya.

"Ini kami sudah konsultasi dengan cagar budaya ya bahwa ini tidak ada, atau tidak termasuk dalam cagar budaya, karena ini masuk sebagai pelatarannya atau plazanya," jelasnya.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia