Sumsel

Residivis Curanmor Ini Akhirnya Tumbang Usai 10 Kali Gasak Motor Warga Palembang

Maman Suparman | 13 Oktober 2025, 17:14 WIB
Residivis Curanmor Ini Akhirnya Tumbang Usai 10 Kali Gasak Motor Warga Palembang

AKURAT.CO SUMSEL Usai 10 kali beraksi mencuri sepeda motor di berbagai titik Kota Palembang, Junaidi (25) akhirnya tak berkutik saat dibekuk anggota Unit Pidum Satreskrim Polrestabes Palembang.

Warga Jalan RHA Arifai Cekyan, Kelurahan 30 Ilir, Kecamatan Ilir Timur I, ini ditangkap tanpa perlawanan di kawasan Mata Merah, Senin (13/10/2025) sore.

Aksi terakhir Junaidi terungkap setelah mencuri motor Honda Beat Street BG 3596 AEG milik Ali Agam (60) di Jalan S Parman, Kelurahan Sukajaya, Kecamatan Sukarami, Palembang, pada Selasa (9/9/2025) lalu.

Kasat Reskrim Polrestabes Palembang AKBP Andrie Setiawan mengatakan, pelaku ditangkap berdasarkan laporan korban yang kehilangan motor di depan warung miliknya.

“Benar, pelaku ditangkap atas laporan korban. Dari hasil penyelidikan, terungkap bahwa pelaku ini merupakan residivis dan sudah 10 kali melakukan aksi curanmor di wilayah Palembang,” ungkap Andrie, Senin (13/10/2025).

Menurutnya, aksi Junaidi dilakukan dengan modus memanfaatkan kelengahan korban. Dalam kasus terakhir, korban meninggalkan kunci kontak motor saat masuk ke rumah. Kesempatan itu langsung dimanfaatkan pelaku yang kebetulan melintas.

Baca Juga: Karhutla di OKI Kembali Meluas, Pemadaman Lanjutan Dilakukan dengan 2 Helikopter Water Bombing

“Dari rekaman CCTV, terlihat pelaku mengambil motor korban dengan cepat. Setelah itu motor digadaikan senilai Rp2,6 juta,” jelasnya.

Selain menangkap pelaku, polisi juga mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Honda Beat Street warna hitam serta STNK asli kendaraan tersebut.

Andrie menegaskan, pelaku dijerat dengan Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan pemberatan dengan ancaman hukuman hingga tujuh tahun penjara.

“Pelaku merupakan pemain lama. Dari catatan kami, sudah 10 TKP yang diakui, dengan pola dan modus yang sama,” tegasnya.

Sementara itu, Junaidi mengaku nekat mencuri karena terdesak kebutuhan ekonomi.

“Motor saya gadaikan Rp2,6 juta. Uangnya buat makan dan kebutuhan sehari-hari,” ucapnya dengan wajah tertunduk. (Deny Wahyudi)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia