Sumsel

Kasus Dugaan Ancaman terhadap Erika Carlina Naik ke Tahap Penyidikan, DJ Panda Bakal Diperiksa Pekan Depan

Maman Suparman | 8 Oktober 2025, 14:00 WIB
Kasus Dugaan Ancaman terhadap Erika Carlina Naik ke Tahap Penyidikan, DJ Panda Bakal Diperiksa Pekan Depan

AKURAT.CO SUMSEL Kasus dugaan ancaman terhadap aktris sekaligus selebgram Erika Carlina yang diduga dilakukan oleh DJ Panda kini resmi naik ke tahap penyidikan.

Peningkatan status perkara ini dilakukan setelah penyidik menemukan adanya unsur pidana dalam laporan yang diajukan Erika beberapa waktu lalu.

Kasubdit Renakta Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKBP Iskandarsyah, membenarkan bahwa penyidik telah melakukan gelar perkara dan menyimpulkan adanya cukup bukti untuk melanjutkan kasus ini ke tahap penyidikan.

“Sudah penyidikan,” ujar Iskandarsyah kepada wartawan, Selasa (7/10/2025).

Menurut Iskandarsyah, penyidik akan menjadwalkan pemeriksaan terhadap Giovanni Surya alias DJ Panda dalam kapasitasnya sebagai terlapor pada pekan depan, tepatnya hari Rabu (15/10/2025).

“Pemeriksaan terhadap terlapor akan dilakukan minggu depan, hari Rabu,” jelasnya.

Baca Juga: 4 Cara Ampuh Agar Tidak Mudah Emosi, Nomor 2 Bisa Langsung Kamu Coba di Rumah

Kasus ini dilaporkan Erika Carlina ke Polda Metro Jaya pada 19 Juli 2025 dengan nomor laporan LP/B/5027/VII/2025/SPKT/Polda Metro Jaya.

DJ Panda disangkakan melanggar Pasal 335 KUHP dan/atau Pasal 28 ayat (2) juncto Pasal 45 UU ITE, serta Pasal 65 ayat (2) UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.

Dalam laporan tersebut, Erika menuduh DJ Panda melakukan pengancaman dan penyebaran data pribadi melalui grup fanbase beranggotakan sekitar 500 orang. Di dalam grup itu, DJ Panda diduga melontarkan pernyataan yang mengancam reputasi dan keselamatan Erika.

“Memang aku melaporkan untuk minta perlindungan hukum, karena ada ancaman yang membahayakan janin aku,” kata Erika usai menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Kamis (24/7/2025).

Erika menjelaskan, ancaman tersebut tidak hanya berupa ujaran kebencian, tetapi juga serangan digital yang dilakukan secara terorganisir.

“Di grup itu mereka sudah bilang akan menyerang akun aku di bulan Agustus. Bahkan di 21 Juli, aku sudah mulai diserang lewat DM-DM,” ungkapnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia