Sumsel

Belajar dari Jatim, Sumsel Genjot Produktivitas Pertanian dan Tingkatkan Indeks Pertanaman

Maman Suparman | 29 September 2025, 22:00 WIB
Belajar dari Jatim, Sumsel Genjot Produktivitas Pertanian dan Tingkatkan Indeks Pertanaman

AKURAT.CO SUMSEL Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) bertekad memperkuat sektor pertanian dengan mencontoh pola tanam dan manajemen pertanian yang telah sukses diterapkan di Jawa Timur (Jatim). Komitmen ini mengemuka dalam rangkaian misi dagang Jatim–Sumsel yang berlangsung awal pekan ini, Senin (29/9/2025).

Gubernur Sumsel Herman Deru mengakui bahwa produktivitas padi di daerahnya masih tertinggal dibandingkan Jatim. Meski Sumsel masuk lima besar produsen beras nasional, rata-rata hasil panen baru sekitar enam ton per hektare.

Sementara itu, petani Jatim sudah mampu menghasilkan hampir sembilan ton per hektare.

Baca Juga: APBD Sumsel 2026 Terpangkas Rp2,1 Triliun, Pemprov Siapkan Penyesuaian, DPR RI Ikut Soroti

“Target kita bukan hanya menjaga posisi sebagai lumbung pangan, tapi juga meningkatkan produktivitas. Pola tanam dan kedisiplinan petani di Jatim akan menjadi referensi penting bagi Sumsel,” kata Deru.

Lebih lanjut, ia menyebut pola tiga kali tanam padi ditambah satu kali tanam jagung dalam setahun yang sudah berjalan di Jatim akan diadopsi ke Sumsel. Dengan manajemen pertanian yang lebih disiplin, indeks pertanaman (IP) Sumsel yang saat ini baru 1,7 diharapkan bisa meningkat.

“Etos kerja dan kedisiplinan petani di Jatim harus kita tiru. Dengan begitu IP kita naik, produksi meningkat, dan petani semakin sejahtera,” tegasnya.

Dari sisi Jatim, Gubernur Khofifah Indar Parawansa menyambut baik kolaborasi ini. Ia menyebut IP rata-rata di Jatim sudah mencapai angka 3, bahkan di beberapa wilayah bisa panen tujuh kali dalam dua tahun.

“Ini jadi peluang besar untuk saling berbagi pengalaman, khususnya bagi gapoktan di kedua daerah. Dengan begitu, efisiensi lahan meningkat dan ketahanan pangan nasional semakin kuat,” ujar Khofifah.

Menurutnya, pertukaran pengalaman antardaerah adalah kunci mempercepat peningkatan kapasitas petani di lapangan. Dengan pola tersebut, diharapkan Sumsel mampu mengejar capaian Jatim dalam hal produktivitas pertanian.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia