Sumsel

Empat Daerah di Sumsel Dilanda Karhutla, Asap Terpantau dari Udara

Maman Suparman | 7 Agustus 2025, 15:38 WIB
Empat Daerah di Sumsel Dilanda Karhutla, Asap Terpantau dari Udara

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Selatan. Dalam patroli udara yang dilakukan menggunakan dua helikopter, tim mendeteksi titik-titik asap di empat kabupaten yang masuk dalam kategori rawan.

Kalsaka BPBD Sumsel, M Iqbal Ali Syahbana melalui Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengungkapkan bahwa hasil pemantauan udara pada Kamis (7/8/2025) menunjukkan adanya aktivitas kebakaran di wilayah Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Banyuasin.

“Temuan patroli udara menunjukkan adanya asap membumbung tinggi di empat daerah tersebut. Ini langsung kami koordinasikan dengan satgas darat untuk segera ditindaklanjuti,” ujar Sudirman.

Dalam patroli tersebut, asap terlihat jelas mengepul di Kecamatan Batang Hari Leko dan Babat Supat (Muba), Lembak (Muara Enim), Tanjung Lubuk (OKI), serta Rambutan (Banyuasin).

Sebagai respon cepat, helikopter water bombing langsung dikerahkan untuk membantu proses pemadaman dari udara.

Baca Juga: Satres Narkoba Polrestabes Palembang Musnahkan 498,53 Gram Sabu, 3 Pengedar Asal Jaringan Riau Ditangkap

Di wilayah Rambutan, helikopter melakukan tujuh kali penyiraman hingga api berhasil dipadamkan. Sementara itu, di Batang Hari Leko, petugas menemukan bahwa api telah padam sesaat sebelum penyiraman dilakukan.

“Respons udara kami lakukan secepat mungkin. Selain penyiraman, kami juga siagakan satgas darat untuk memastikan tidak ada api yang tersisa,” tambah Sudirman.

Sementara itu, tim darat yang bergerak di wilayah Tanjung Lubuk, OKI, mendapati sekitar dua hektare lahan tanah mineral telah hangus terbakar. Meski api berhasil dipadamkan, proses pendinginan tetap dilakukan untuk mencegah titik api muncul kembali.

BPBD Sumsel kembali mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Terlebih, saat ini wilayah Sumsel tengah memasuki puncak musim kemarau, di mana kondisi lahan sangat kering dan mudah terbakar.

“Kami mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak menggunakan metode pembakaran untuk membuka lahan. Sekali api menyebar, sangat sulit dikendalikan, terutama di musim kemarau seperti sekarang,” tegas Sudirman.

Dengan meningkatnya intensitas karhutla, BPBD bersama TNI, Polri, dan instansi terkait terus memperkuat patroli terpadu serta mitigasi di lapangan. Masyarakat juga diharapkan proaktif dalam melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran.

Upaya gabungan dari udara dan darat menjadi kunci dalam menekan penyebaran karhutla di Sumatera Selatan yang setiap tahun menjadi langganan titik panas selama musim kering.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia