Empat Daerah di Sumsel Dilanda Karhutla, Asap Terpantau dari Udara

AKURAT.CO SUMSEL Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda sejumlah wilayah di Provinsi Sumatera Selatan. Dalam patroli udara yang dilakukan menggunakan dua helikopter, tim mendeteksi titik-titik asap di empat kabupaten yang masuk dalam kategori rawan.
Kalsaka BPBD Sumsel, M Iqbal Ali Syahbana melalui Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengungkapkan bahwa hasil pemantauan udara pada Kamis (7/8/2025) menunjukkan adanya aktivitas kebakaran di wilayah Musi Banyuasin (Muba), Muara Enim, Ogan Komering Ilir (OKI), dan Banyuasin.
“Temuan patroli udara menunjukkan adanya asap membumbung tinggi di empat daerah tersebut. Ini langsung kami koordinasikan dengan satgas darat untuk segera ditindaklanjuti,” ujar Sudirman.
Dalam patroli tersebut, asap terlihat jelas mengepul di Kecamatan Batang Hari Leko dan Babat Supat (Muba), Lembak (Muara Enim), Tanjung Lubuk (OKI), serta Rambutan (Banyuasin).
Sebagai respon cepat, helikopter water bombing langsung dikerahkan untuk membantu proses pemadaman dari udara.
Di wilayah Rambutan, helikopter melakukan tujuh kali penyiraman hingga api berhasil dipadamkan. Sementara itu, di Batang Hari Leko, petugas menemukan bahwa api telah padam sesaat sebelum penyiraman dilakukan.
“Respons udara kami lakukan secepat mungkin. Selain penyiraman, kami juga siagakan satgas darat untuk memastikan tidak ada api yang tersisa,” tambah Sudirman.
Sementara itu, tim darat yang bergerak di wilayah Tanjung Lubuk, OKI, mendapati sekitar dua hektare lahan tanah mineral telah hangus terbakar. Meski api berhasil dipadamkan, proses pendinginan tetap dilakukan untuk mencegah titik api muncul kembali.
BPBD Sumsel kembali mengimbau masyarakat untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Terlebih, saat ini wilayah Sumsel tengah memasuki puncak musim kemarau, di mana kondisi lahan sangat kering dan mudah terbakar.
“Kami mengingatkan seluruh masyarakat agar tidak menggunakan metode pembakaran untuk membuka lahan. Sekali api menyebar, sangat sulit dikendalikan, terutama di musim kemarau seperti sekarang,” tegas Sudirman.
Dengan meningkatnya intensitas karhutla, BPBD bersama TNI, Polri, dan instansi terkait terus memperkuat patroli terpadu serta mitigasi di lapangan. Masyarakat juga diharapkan proaktif dalam melapor jika melihat tanda-tanda kebakaran.
Upaya gabungan dari udara dan darat menjadi kunci dalam menekan penyebaran karhutla di Sumatera Selatan yang setiap tahun menjadi langganan titik panas selama musim kering.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu







