Prabowo Jamin Masa Depan Anak Indonesia, Suntik Rp20 Triliun untuk Sekolah Layak dan Gizi Generasi Emas

AKURAT.CO SUMSEL Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) tahun ini bukan sekadar seremoni. Presiden Prabowo Subianto memanfaatkan momentum tersebut untuk menegaskan komitmen pemerintah dalam menjamin masa depan anak-anak Indonesia salah satunya melalui penyediaan fasilitas pendidikan yang aman dan layak.
Pemerintah mengalokasikan dana sebesar Rp20 triliun dalam APBN 2025 untuk menjalankan Program Revitalisasi Sekolah, yang menargetkan renovasi 11.440 sekolah di seluruh Indonesia, khususnya di daerah terdepan, terluar, tertinggal (3T) serta wilayah padat penduduk yang minim sarana pendidikan.
“Bangunan sekolah bukan hanya soal ruang kelas, tapi juga toilet, ruang guru, sarana olahraga, dan lingkungan yang sehat bagi tumbuh kembang anak. Banyak anak-anak yang bahkan tidak bisa buang air karena toilet rusak. Ini sangat mengkhawatirkan, apalagi bagi siswi,” ujar Dedek Prayudi, Tenaga Ahli Utama Kantor Komunikasi Kepresidenan (PCO), Rabu (23/7/2025).
Menurut Dedek, atau yang akrab disapa Uki, ada lebih dari 119.700 sekolah yang masuk kategori rusak sedang hingga berat. Jumlah ini mencakup 19.925 sekolah rusak berat dan 99.800 rusak sedang.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada kenyamanan, keselamatan, dan kualitas belajar anak-anak.
Baca Juga: Asta Cita ke-7 Jadi Nyata, Pemerintahan Prabowo Total Perangi Korupsi dan Kolusi
“Presiden Prabowo melihat pendidikan sebagai fondasi utama Indonesia Emas. Itu sebabnya, beliau tidak segan mengalokasikan anggaran jumbo untuk membenahi sekolah-sekolah yang selama ini luput dari perhatian,” jelas Uki.
Revitalisasi sekolah ini menjadi satu dari tiga program besar pemerintah yang menyasar langsung kebutuhan anak-anak Indonesia. Dua lainnya adalah Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Cek Kesehatan Gratis (CKG).
Program MBG, lanjut Uki, dirancang untuk mengatasi persoalan serius seperti anemia dan kurangnya konsentrasi belajar akibat tidak sarapan. Data Kementerian Kesehatan mencatat bahwa 60% anak sekolah tidak sarapan, dan 38% menderita anemia.
“Tidak sarapan bukan sekadar soal lapar. Anak yang kekurangan zat besi bisa kehilangan potensi kecerdasan hingga 6 IQ poin. Ini persoalan masa depan bangsa,” tegasnya.
Sementara itu, program CKG menyasar deteksi dini penyakit fisik hingga kesehatan mental anak-anak sekolah, dengan layanan seperti pemeriksaan berat badan, penglihatan, pendengaran, hingga TBC.
Menurut Uki, tiga program ini merupakan bentuk nyata kehadiran negara dalam menjalankan amanat UUD 1945 Pasal 28H, tentang hak anak untuk hidup sehat dan memperoleh pendidikan yang layak.
“Kalau kita ingin generasi emas 2045 benar-benar terjadi, maka kita harus mulai dari pondasi: gizi, kesehatan, dan fasilitas belajar. Dan itulah yang sekarang sedang dikerjakan Presiden Prabowo,” tutup Uki.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Cara Pre-Order iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di iBox, Cek Jadwal dan Promo
- 25 Ramalan Zodiak Hari Ini Selasa 13 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dan Tantangan
- 3Ramalan Zodiak Leo Hari Ini, Cinta, Karier, dan Keuangan
- 4Kabut Asap Mulai Mereda, 52 Penerbangan di Bandara SMB II Palembang Berjalan Lancar
- 5BMKG Prediksi Seluruh Wilayah Sumsel Akan Dilanda Hujan Hari Ini
- 6Penggerebekan Narkoba di Lorong Jayalaksana Palembang, Polisi Sita 4 Paket Sabu
- 7Sinopsis dan Daftar Pemain Bapak Paling Jujur, Tayang Mulai 15 Oktober 2026
- 85 Ramalan Zodiak Akhir Pekan, Saatnya Bersantai dan Menata Kembali Prioritas
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









