Sumsel

Aktivitas Bongkar Muat Barang di Sumsel Anjlok Tajam pada Maret 2025

Maman Suparman | 10 Mei 2025, 18:30 WIB
Aktivitas Bongkar Muat Barang di Sumsel Anjlok Tajam pada Maret 2025

AKURAT.CO SUMSEL Kinerja aktivitas bongkar muat barang di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mengalami penurunan signifikan sepanjang Maret 2025.

Baik volume muat maupun bongkar barang tercatat mengalami kontraksi tajam jika dibandingkan bulan sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Sumsel, Moh Wahyu, mengungkapkan bahwa kegiatan muat barang pada Maret 2025 hanya mencapai 82,43 ribu ton.

Angka ini turun drastis dari Februari 2025 yang tercatat sebesar 196,19 ribu ton, serta lebih rendah dibandingkan Maret 2024 yang mencapai 157,56 ribu ton.

“Secara month to month (mtm), penurunan kegiatan muat barang mencapai 57,99%, sementara secara year on year (yoy) turun 47,68%,” ujar Wahyu dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/5/2025).

Baca Juga: 13 Diduga Preman Diamankan di Palembang, Polisi Gelar Operasi Sikat I Musi 2025

Kondisi serupa juga terjadi pada kegiatan bongkar barang. Pada Maret 2025, volume bongkar tercatat hanya 41,05 ribu ton, menurun tajam dari Februari yang sebesar 91,41 ribu ton dan dari Maret tahun lalu yang mencapai 135,26 ribu ton.

“Jika dilihat dari sisi bongkar barang, penurunannya sebesar 55,09% secara mtm dan 69,65% secara yoy,” tambah Wahyu.

Secara kumulatif, total volume muat barang melalui angkutan laut di Sumsel pada Maret 2025 mencapai 476,28 ribu ton. Sementara itu, total volume bongkar barang hanya mencapai 289,70 ribu ton.

Wahyu menjelaskan bahwa kegiatan bongkar muat barang di Sumsel dilakukan di dua titik utama, yakni Pelabuhan Boom Baru Palembang dan Sungai Lumpur di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI).

Kedua lokasi ini hanya melayani angkutan dalam negeri, tanpa aktivitas bongkar muat dari atau ke luar negeri.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia