Hanya 2 Bulan Mahasiswa PGRI Palembang Ikuti Program Ferienjob, Begini Kronologinya

AKURAT.CO SUMSEL Hanya dua bulan mengikuti magang dalam program ferienjob di Jerman sebanyak 23 mahsiswa Universitas PGRI Palembang ditarik kembali ke Indonesia.
Para mahasiwa tersebut hanya mengikuti magang dari Oktober-Desember 2023, hal tersebut dikarenakan program itu perlu perbaikan.
Kabag Humas Universitas PGRI Palembang, Mulyadi mengatakan bahwa sebanyak 23 mahasiswa tersebut sudah kemabli ke Indonesia tidak lama dari pengumuman dari Kemendikbudristek.
"Ada 23 mahasiswa yang ikut program itu, sekarang mereka sudah kembali ke Sumsel dan mengikuti kegiatan perkuliahan seperti biasa," katanya, Sabtu (30/3/2024).
Mereka tidak mengalami permasalahan seperti mahasiswa kampus lain pada umumnya. Terlebih lagi, saat imbauan yang dilekuarkan pihaknya langsung gerak cepat untuk memulangkan ke 23 orang itu.
"Mereka tidak di ekspolitasi seperti yang lainnya, setelah imbuan Kemendikbudristek keluar kita langsung melakukan proses pemulangan," jelasnya.
Baca Juga: DKPP Sumsel Ungkap Penyebab Matinya Ribuan Ayam di Sungai Musi Rawas
Mulyadi juga menyampaikan bahwa sejumlah mahasiswa PGRI Palembang yang terlibat dalam program tersebut telah menerima imbalan sesuai yang dijanjikan.
"Walaupun saya tidak mengetahui pasti besarnya imbalan tersebut, namun mahasiswa yang terlibat menyatakan kebahagiaannya bahkan ada yang berencana untuk kembali mengikuti magang di masa mendatang," ujarnya.
Keputusan untuk menarik kembali mahasiswa PGRI, katanya, merupakan respons terhadap arahan yang diberikan oleh Kemendikbudristek pada bulan Desember 2023.
Pada waktu itu, Kemendibukdristek menyampaikan bahwa program tersebut memerlukan penyempurnaan.
"Saat mahasiswa sedang berpartisipasi, terdapat himbauan dari Kemendikbudristek yang menyatakan bahwa program tersebut perlu diperbaiki, sehingga kami memutuskan untuk menarik kembali mahasiswa kami sesuai dengan arahan pemerintah," katanya.
Mulyadi menjelaskan bahwa program ferienjob yang diperoleh PGRI dimulai setelah ada pihak yang datang ke kampus untuk memperkenalkan program tersebut.
Pada saat itu, bahwa program tersebut memiliki kemiripan dengan MBKM namun diselenggarakan secara independen. Terlebih lagi, banyak perguruan tinggi di Indonesia yang turut serta dalam program ini.
"Namun, setelah diketahui bahwa ini bukan program yang berasal dari Kemendikbudristek, kami bersama-sama sepakat untuk menarik kembali mahasiswa kami. Namun, kami memastikan bahwa tidak ada kerugian yang dialami dari kegiatan tersebut, baik dari segi pendanaan maupun hal lainnya," tutupnya. (Kurnia)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Penyaluran Bansos Tahap 3 September 2026 Berakhir Minggu Depan, Cek Tanda Bantuan Siap Cair
- 2Avengers Endgame: Encore Resmi Tayang di Bioskop, Simak Perbedaannya dengan Versi 2019
- 3Jadwal dan Link Live Streaming Timnas Indonesia Vs Singapura di FIFA ASEAN Cup 2026
- 4Samsung Galaxy A08 Resmi Rilis di Indonesia, Cek Spesifikasi dan Harganya
- 5Harvest Moon 26-27 September 2026, Ini Waktu Puncak Bulan Purnama di Indonesia
- 6Hasil FIFA ASEAN Cup 2026: Timnas Indonesia Menang 2-0 Atas Singapura
- 7Bansos PKH dan BPNT September 2026 Resmi Cair, Cek Besaran Nominalnya
- 8Sinopsis Avengers Endgame Endcore 2026, Apa Bedanya dengan Versi 2019?
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









