Sumsel

PDRB Sumsel Mulai Menguat di 2025, OKU Timur dan Muara Enim Jadi Lokomotif Baru

Maman Suparman | 12 Desember 2025, 21:00 WIB
PDRB Sumsel Mulai Menguat di 2025, OKU Timur dan Muara Enim Jadi Lokomotif Baru

AKURAT.CO SUMSEL Tren pertumbuhan ekonomi kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Selatan pada 2025 menunjukkan pola penguatan bertahap, berdasarkan data laju pertumbuhan (c-to-c) Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) triwulanan atas dasar harga konstan 2010.

Beberapa daerah industri seperti OKU Timur dan Muara Enim tampil sebagai motor pendorong kenaikan kinerja ekonomi daerah.

Pada triwulan I, laju pertumbuhan tertinggi dicatat Muara Enim dengan 6,18 persen, disusul OKU Timur sebesar 6,17 persen.

Memasuki triwulan II, Muara Enim kembali menorehkan pertumbuhan paling agresif dengan 6,70 persen, mendongkrak posisi daerah tersebut sebagai wilayah dengan akselerasi ekonomi tercepat di Sumatera Selatan.

OKU Timur, meski sempat melandai ke 5,56 persen pada triwulan II, kembali menguat pada triwulan III menjadi 6,03 persen, mempertegas konsistensinya sebagai salah satu penopang pertumbuhan PDRB provinsi.

Di sisi lain, sejumlah daerah menunjukkan stabilitas pertumbuhan, meski tidak seagresif dua wilayah teratas.

Lahat bergerak stabil di kisaran 5,42–5,46 persen, sementara Palembang sebagai pusat aktivitas ekonomi provinsi mencatat tren meningkat dari 5,14 persen (Triwulan I) menjadi 5,53 persen (Triwulan III).

Sementara itu, OKU Selatan, Pagar Alam, dan Empat Lawang mengalami penurunan kinerja pada triwulan III, meski masih berada di zona pertumbuhan lima persen.

Secara keseluruhan, laju pertumbuhan PDRB c-to-c Sumatera Selatan pada 2025 mencerminkan pemulihan yang menguat menjelang paruh akhir tahun, meski angka triwulan IV dan capaian tahunan belum dirilis.

Dominasi wilayah berorientasi industri dan pertanian seperti Muara Enim, OKU Timur, serta stabilitas Palembang memberi sinyal positif terhadap prospek ekonomi Sumsel hingga akhir tahun.

 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia