Sumsel

Sungai Muara Balak Meluap, 8 Desa di Belitang III OKU Timur Terendam Banjir Hingga 3 Meter

Maman Suparman | 8 Januari 2026, 19:00 WIB
Sungai Muara Balak Meluap, 8 Desa di Belitang III OKU Timur Terendam Banjir Hingga 3 Meter

AKURAT.CO SUMSEL Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Timur sejak Kamis (8/1/2026) dini hari memicu banjir besar.

Luapan Sungai Muara Balak dilaporkan merendam sedikitnya delapan desa di wilayah Kecamatan Belitang III, memaksa warga untuk segera mengungsi.

Kalaksa BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana melalui kabid Penanganan Darurat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatra Selatan, Sudirman, menjelaskan bahwa cuaca ekstrem mulai terjadi sekitar pukul 03.30 WIB.

Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air sungai meningkat tajam hingga meluap ke permukiman warga.

“Ketinggian air di lokasi terdampak cukup bervariasi, mulai dari 60 sentimeter hingga titik terdalam mencapai 300 sentimeter atau 3 meter,” ungkap Sudirman saat memberikan keterangan pers, Kamis (8/1/2026).

Baca Juga: Sepanjang 2025, Sumsel Dikepung 284 Bencana: Banjir Paling Dominan, 5 Orang Meninggal Dunia

Berdasarkan data sementara dari BPBD, delapan desa yang terdampak luapan sungai tersebut meliputi Desa Nusa Jaya, Nusa Tenggara, Karang Sari, Nusa Bakti, Ringin Sari, Dadirejo, Sukanegara, dan Nusa Maju.

Berdasarkan data dampak materiil di lapangan, banjir tercatat merendam sedikitnya 73 hunian warga yang tersebar di beberapa titik, dengan kerusakan terbanyak berada di Desa Nusa Jaya mencapai 50 unit rumah.

Selain itu, luapan air juga merambah Desa Nusa Tenggara dengan 7 rumah terendam, Desa Ringin Sari 6 rumah, serta masing-masing lima unit rumah di Desa Karang Sari dan Desa Nusa Bali yang ikut terdampak cukup signifikan.

Selain merendam hunian warga, satu unit jembatan penghubung desa juga dilaporkan terendam sehingga tidak dapat dilintasi.

Beruntung, hingga berita ini diturunkan, tidak ada laporan korban jiwa dalam musibah tersebut. BPBD dibantu instansi terkait telah bergerak cepat melakukan evakuasi terhadap seluruh warga yang terjebak di dalam rumah mereka ke lokasi yang lebih tinggi dan aman.

“Kami telah mendirikan tenda pengungsian di balai desa yang dilengkapi dengan posko kesehatan. Tim medis disiagakan untuk melayani warga, terutama lansia dan anak-anak,” tambah Sudirman.

Selain itu, bantuan logistik berupa paket sembako dan kebutuhan dasar mulai disalurkan kepada para pengungsi.

Untuk menjaga keamanan dan menghindari risiko kecelakaan di lokasi banjir, pihak kepolisian dan BPBD telah menutup sementara akses jalan utama yang masih terendam air.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia