Sumsel

Angkatan Kerja Sumsel 2025 Tembus 4,66 Juta Orang, Tingkat Bekerja Termasuk Tertinggi Nasional

Maman Suparman | 1 Januari 2026, 20:00 WIB
Angkatan Kerja Sumsel 2025 Tembus 4,66 Juta Orang, Tingkat Bekerja Termasuk Tertinggi Nasional

AKURAT.CO SUMSEL Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat kinerja pasar tenaga kerja yang relatif solid sepanjang 2025.

Berdasarkan data Angkatan Kerja (AK) menurut provinsi, jumlah angkatan kerja di Sumsel pada Agustus 2025 mencapai 4.664.935 orang, dengan 4.492.574 orang di antaranya telah bekerja.

Angka tersebut menunjukkan tingkat penduduk bekerja di Sumatera Selatan mencapai 96,31 persen, meningkat dibanding Februari 2025 yang berada di angka 96,11 persen.

Baca Juga: Terkena Percikan Kembang Api Pesta Perayaan Tahun Baru 2026 10 Villa di Uluwatu, Bali Hangus Terbakar

Persentase ini menempatkan Sumsel sebagai salah satu provinsi dengan tingkat penyerapan tenaga kerja tertinggi di Indonesia.

Baca Juga: Sumsel United Boyong 22 Pemain ke Tegal, Siap Hadapi Laga Hidup-Mati Lawan Persekat

Meski jumlah angkatan kerja sedikit mengalami penurunan dibanding Februari 2025 yang tercatat 4.674.059 orang, kondisi ketenagakerjaan tetap menunjukkan perbaikan.

Hal ini tercermin dari turunnya jumlah pengangguran dari 181.732 orang pada Februari menjadi 172.361 orang pada Agustus 2025.

Penurunan angka pengangguran tersebut menandakan pasar kerja Sumsel masih mampu menyerap tenaga kerja baru, seiring dengan aktivitas ekonomi yang terus berjalan di sektor-sektor utama seperti perdagangan, pertanian, industri pengolahan, dan jasa.

Jika dibandingkan rata-rata nasional, kinerja Sumsel terbilang lebih baik. Secara nasional, tingkat bekerja terhadap angkatan kerja Indonesia pada Agustus 2025 berada di angka 95,15 persen, lebih rendah dibanding Sumatera Selatan yang menembus 96,31 persen.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia