Sepanjang 2025, Sumsel Dikepung 284 Bencana: Banjir Paling Dominan, 5 Orang Meninggal Dunia

AKURAT.CO SUMSEL Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) mencatat total 284 peristiwa bencana alam melanda wilayah Bumi Sriwijaya sepanjang tahun 2025.
Dari sekian banyak jenis bencana, banjir dan angin kencang menjadi ancaman yang paling sering terjadi.
Kalaksa BPBD Sumsel, M Iqbal Alisyahbana melalui Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Sudirman, mengungkapkan bahwa eskalasi bencana ini tersebar di berbagai kabupaten/kota dengan dampak kerugian yang cukup signifikan, baik materiil maupun korban jiwa.
"Berdasarkan data yang masuk, banjir menempati urutan pertama dengan 107 kejadian, disusul angin kencang 76 kali, dan kebakaran 66 kali," papar Sudirman saat memberikan keterangan, Kamis (8/1/2026)
Selain itu, BPBD juga mencatat 27 peristiwa tanah longsor, 7 kejadian puting beliung, serta satu kasus banjir bandang yang terjadi di wilayah Sumatera Selatan selama periode tersebut.
Sudirman merinci beberapa wilayah yang menjadi titik paling rawan berdasarkan jenis bencananya.
Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) menjadi wilayah yang paling sering terendam banjir dengan frekuensi 17 kali kejadian. Sementara itu, Ogan Ilir tercatat sebagai daerah paling terdampak angin kencang dengan 34 kali peristiwa.
"Untuk kasus kebakaran, frekuensi tertinggi berada di Kota Palembang dengan 33 kali kejadian. Sedangkan tanah longsor paling banyak ditemukan di Ogan Ilir dan Muba," tambahnya.
Tragedi paling memilukan terjadi di OKU Selatan, di mana satu-satunya kejadian banjir bandang sepanjang 2025 di wilayah tersebut menyebabkan tiga orang meninggal dunia. Secara total, akumulasi korban jiwa akibat berbagai bencana di Sumsel mencapai lima orang.
Dampak dari ratusan bencana ini tidak hanya menyasar pemukiman warga, tetapi juga sektor pertanian dan fasilitas publik. Data BPBD mencatat lebih dari 63 ribu rumah terendam dan ratusan lainnya mengalami kerusakan mulai dari kategori ringan hingga berat.
Bencana tersebut juga melumpuhkan berbagai fasilitas publik, yang meliputi kerusakan pada 25 sekolah, 9 rumah ibadah, 4 fasilitas kesehatan, serta 16 jembatan dan jaringan air bersih. Selain infrastruktur, sektor pertanian turut terpukul dengan rusaknya 1.746 hektare sawah dan 200 hektare perkebunan warga.
Secara kemanusiaan, tercatat 38.747 kepala keluarga terdampak langsung oleh rangkaian bencana ini, di mana 289 keluarga di antaranya terpaksa mengungsi akibat kehilangan tempat tinggal.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini

Terpopuler
- 1Daftar Kasus yang Pernah Ditangani Kamarudin Simanjutak: Korupsi E-KTP Sampai Pembunuhan Brigadr J
- 2Mutasi Pejabat Polrestabes Palembang, Kasatresnarkoba hingga Kapolsek Sako Berganti
- 3Harley-Davidson Siapkan Motor Murah Sprint, Harga Berpotensi Rp30 Jutaan
- 45 Ramalan Zodiak Hari Ini 17 Oktober 2026, Bagaimana Nasib Asmara dan Keuangan?
- 5Update Jadwal Pencairan Bansos PKH BPNT Tahap 4 Oktober 2026
- 6BMKG Prediksi Hujan Merata di Sumsel Mulai Pertengahan November 2026
- 7Ramalan Zodiak Libra Hari Ini, Senin 19 Oktober 2026: Asmara Harmonis, Keuangan Perlu Dijaga
- 8Sumsel United Waspadai Persikad Depok, Nasuha Soroti Masalah Fokus Pemain
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu








