Sumsel

Sumsel Tancap Gas Swasembada Pangan, Produksi Padi Naik 23 Persen

Maman Suparman | 9 Januari 2026, 21:00 WIB
Sumsel Tancap Gas Swasembada Pangan, Produksi Padi Naik 23 Persen

AKURAT.CO SUMSEL Provinsi Sumatera Selatan kembali mencatatkan prestasi di sektor pertanian nasional. Sepanjang tahun 2025, produksi padi di wilayah ini mencapai 3.598.736 ton, meningkat signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Berdasarkan data pemerintah daerah, angka tersebut naik sebesar 23,69 persen atau bertambah sekitar 689.325 ton dari produksi 2024 yang tercatat 2.909.412 ton.

Lonjakan ini menempatkan Sumatera Selatan sebagai salah satu dari tiga provinsi dengan peningkatan produksi padi tertinggi secara nasional, setelah Jawa Timur dan Jawa Barat.

Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menilai capaian tersebut merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen yang terlibat dalam sektor pertanian, sekaligus bentuk kontribusi nyata daerah dalam mendukung program swasembada pangan nasional.

“Ini adalah hasil kerja kolektif. Sumatera Selatan berperan aktif dalam mendukung program Presiden untuk mewujudkan kemandirian pangan,” ujar Herman Deru, Jumat (9/1/2026).

Menurutnya, peningkatan produksi tidak lepas dari peran petani dan buruh tani sebagai garda terdepan di lapangan. Selain itu, dukungan berbagai pemangku kepentingan melalui penyuluhan, bantuan bibit dan pupuk, hingga penyerapan hasil panen turut menjadi faktor penentu keberhasilan.

Baca Juga: Viral Video CCTV Sejoli Berbuat Tak Senonoh di Parkiran Klinik Palembang, Tepergok Sekuriti karena Curiga

“Keberhasilan ini adalah milik para petani yang setiap hari bekerja di sawah, didukung oleh sistem dan kebijakan yang tepat,” jelasnya.

Herman Deru juga mengungkapkan, daerah dengan kontribusi produksi padi terbesar di Sumsel berasal dari Kabupaten Banyuasin dan OKU Timur. Banyuasin dinilai konsisten menjaga produktivitas tinggi, sementara OKU Timur mencatat persentase peningkatan produksi paling signifikan.

“Kabupaten Banyuasin layak diapresiasi atas konsistensinya, sedangkan OKU Timur menunjukkan peningkatan produksi yang sangat pesat,” katanya.

Ia berharap pada tahun 2026, Sumatera Selatan mampu memaksimalkan potensi pertanian untuk terus meningkatkan produksi padi, tidak hanya guna memenuhi kebutuhan daerah, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan nasional.

Sejak 2018, Sumatera Selatan terus menunjukkan tren peningkatan produksi beras. Dari peringkat delapan nasional, daerah ini berhasil menembus lima besar saat masa pandemi COVID-19, hingga kini berada di posisi tiga besar.

“Kami akan melanjutkan pencapaian ini dan terus berupaya meningkatkan produksi. Target kami jelas, Sumatera Selatan bisa menjadi yang terdepan dalam produksi beras nasional,” pungkas Herman Deru.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia