Sumsel

DBD di Sumsel Renggut Satu Nyawa, Kota Palembang Masih Mendominasi Kasus

Maman Suparman | 5 Februari 2026, 16:00 WIB
DBD di Sumsel Renggut Satu Nyawa, Kota Palembang Masih Mendominasi Kasus

AKURAT.CO SUMSEL Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Selatan mencatat sebanyak 55 kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) tersebar di berbagai wilayah hingga awal Februari 2026. Dari jumlah tersebut, kelompok usia sekolah menjadi yang paling rentan terpapar virus yang dibawa oleh nyamuk Aedes aegypti ini.

Pengelola Program P2 Malaria Dinkes Sumsel, Didit, mengungkapkan bahwa tren infeksi saat ini didominasi oleh anak-anak dan remaja. Persentase penderita pada kategori umur tersebut mencapai angka 40 persen.

"Sekitar 40 persen dari total kasus menyasar usia sekolah, yakni rentang 5 hingga 14 tahun, serta kelompok di atas 15 tahun," jelas Didit dalam keterangannya, Kamis (5/2/2026).

Meskipun secara akumulatif angka kasus menunjukkan tren penurunan dibanding periode sebelumnya, Dinkes Sumsel melaporkan adanya satu korban jiwa. Kasus kematian akibat DBD tersebut dilaporkan berasal dari Kabupaten Muara Enim.

Baca Juga: Realme 16 Meluncur dengan Baterai 7.000 mAh dan Kamera 50 MP, Siap Ramaikan Pasar Smartphone

Hingga saat ini, sebaran kasus di Sumatera Selatan masih terkonsentrasi di wilayah perkotaan. Kota Palembang menempati urutan tertinggi dengan jumlah pasien mencapai 28 orang. 

Berdasarkan data sementara, sebaran 55 kasus DBD di Sumsel saat ini terkonsentrasi di beberapa wilayah, dengan Kota Palembang mencatat angka tertinggi sebanyak 28 kasus.

Disusul oleh Kabupaten Lahat dengan 13 kasusdan Muara Enim sebanyak 9 kasus, di mana satu pasien dilaporkan meninggal dunia. Sementara itu, wilayah lainnya mencatat angka rendah, yakni Musi Banyuasin dengan 2 kasus, serta Banyuasin, OKU Selatan, dan PALI yang masing-masing melaporkan 1 kasus.

Didit menambahkan bahwa angka 55 kasus ini bersifat dinamis. Pihaknya masih terus melakukan sinkronisasi data dari berbagai kabupaten dan kota hingga pertengahan bulan ini.

"Proses pembaruan data akan terus berjalan hingga 10 Februari mendatang. Namun, sejauh ini kondisi di lapangan masih tergolong terkendali," tambahnya.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia