Sumsel

Dalam Setahun, 43,9 Juta Warga Nikmati Cek Kesehatan Gratis: Kemenkes Sebut Kesadaran Masyarakat Meningkat

Maman Suparman | 22 Oktober 2025, 12:00 WIB
Dalam Setahun, 43,9 Juta Warga Nikmati Cek Kesehatan Gratis: Kemenkes Sebut Kesadaran Masyarakat Meningkat

AKURAT.CO SUMSEL Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat lonjakan signifikan dalam akses layanan kesehatan dasar masyarakat sepanjang 2025.

Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dinilai menjadi tonggak baru pemerataan layanan kesehatan nasional yang kini menjangkau puluhan juta warga Indonesia.

Kepala Biro Komunikasi dan Informasi Publik Kemenkes, Aji Muhawarman, mengatakan dalam kurun waktu kurang dari setahun, lebih dari 46,9 juta orang mendaftar dan 43,9 juta di antaranya telah mendapat layanan di fasilitas kesehatan.

“Program ini menunjukkan keberpihakan pemerintah terhadap pelayanan publik. Masyarakat kini lebih sadar pentingnya memeriksa kesehatan secara berkala,” ujar Aji, Selasa (22/10/2025).

Menurut Aji, layanan CKG tersedia di 10 ribu puskesmas dan 125 ribu sekolah di seluruh Indonesia. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, kadar gula, anemia, serta status gizi.

Baca Juga: Harga Emas Perhiasan Palembang Anjlok, Penurunan Hampir Capai Rp500 Ribu per Suku

Dari hasil pemeriksaan nasional, obesitas sentral, diabetes, dan hipertensi menjadi tiga masalah kesehatan paling banyak ditemukan.

Ia menambahkan, orang dengan perut buncit atau obesitas sentral memiliki risiko dua kali lebih tinggi terkena diabetes dan tekanan darah tinggi, yang dapat memicu stroke atau penyakit jantung. Masalah kesehatan gigi juga menjadi temuan umum pada masyarakat.

“Selain memberikan manfaat langsung, program CKG juga menghasilkan data penting sebagai dasar penyusunan kebijakan kesehatan nasional maupun daerah,” jelasnya.

Kemenkes juga mencatat perkembangan positif dalam pengendalian tuberkulosis (TBC). Berdasarkan data Sistem Informasi TBC (SITB) per 5 Oktober 2025, tercatat 621 ribu kasus ditemukan atau sekitar 57 persen dari estimasi nasional, dengan lebih dari 562 ribu pasien telah menjalani pengobatan.

Program Terapi Pencegahan TBC (TPT) turut meningkat pesat. Hingga September 2025, 143.284 orang telah mengikuti TPT, naik hampir dua kali lipat dibandingkan 79.008 orang pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Lebih dari 7.000 puskesmas kini memanfaatkan sistem pemantauan digital untuk memperkuat pengawasan pengobatan dan deteksi dini TBC. 

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

M
K
Editor
Kurnia