Disbudpar Sumsel Targetkan Kunjungan Wisata Nataru Naik 50 Persen di Tengah Ancaman Cuaca Ekstrem

AKURAT.CO SUMSEL Sektor pariwisata di Sumatera Selatan (Sumsel) diprediksi tetap bergairah pada momentum libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru).
Meski dibayangi ancaman cuaca ekstrem di sejumlah wilayah, kunjungan wisatawan diproyeksikan bakal melonjak hingga di atas 50 persen dibandingkan hari biasa.
Pemerintah Provinsi Sumsel melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) telah melayangkan surat imbauan kepada seluruh Kepala Dinas Pariwisata di tingkat kabupaten dan kota untuk memperketat aspek keamanan di destinasi wisata.
Kepala Bidang Destinasi Disbudpar Sumsel, Vita Sandra, mengungkapkan bahwa terdapat lima wilayah di Sumsel yang masuk kategori siaga bencana, yakni Pagar Alam, OKU, Prabumulih, Banyuasin, dan Musi Banyuasin.
Baca Juga: Kapolda Sumsel Instruksikan Jajaran Perketat Pengamanan Nataru dan Waspadai Cuaca Ekstrem
Daerah-daerah ini merupakan destinasi favorit namun memiliki kerawanan terhadap banjir dan longsor.
"Kami sudah meminta pemerintah setempat melakukan pengawasan intensif. Jika cuaca ekstrem terjadi, pengelola wajib melakukan penutupan sementara demi keselamatan pengunjung," ujar Vita, Rabu (17/12/2025).
Ia mencontohkan, untuk wilayah pegunungan seperti Pagar Alam, aktivitas pendakian akan langsung dihentikan jika kondisi alam tidak memungkinkan. Informasi penutupan tersebut juga akan disebarluaskan secara masif melalui media sosial.
Menyiasati tantangan cuaca buruk di alam terbuka, Disbudpar Sumsel mendorong penguatan promosi wisata di wilayah perkotaan (city tour).
Fokus utama dialihkan pada wisata kuliner, destinasi sejarah dalam kota, serta tren staycation di hotel-hotel, terutama di Palembang.
Strategi ini dilakukan agar peredaran uang di sektor pariwisata tetap berjalan meski wisatawan menghindari destinasi alam yang berisiko.
"Kondisi cuaca memang menjadi tantangan, tetapi kami optimis kunjungan tetap naik. Target kunjungan wisatawan nusantara (wisnus) tahun ini secara keseluruhan sudah melampaui 20 juta kunjungan," tambahnya.
Secara historis, pergerakan wisatawan di Sumsel saat Nataru selalu mengalami kenaikan signifikan. Vita optimis tren peningkatan lebih dari 50 persen dapat tercapai tahun ini, didukung oleh tingginya antusiasme masyarakat untuk mengisi waktu libur akhir tahun.
"Kami tidak hanya mengukur dari jumlah kepala yang datang, tetapi juga dari perputaran ekonomi yang dihasilkan oleh para wisatawan di daerah tersebut," tutupnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini
Terpopuler
- 1Ramalan Zodiak Virgo Hari Ini, 14 Oktober 2026: Saatnya Fokus pada Diri Sendiri dan Karier
- 23 Mobil LCGC Paling Laris di Indonesia September 2026, Toyota Calya Masih Jadi Andalan
- 3Cara Cek Desil Online Penerima Bansos PKH BPNT Oktober 2026
- 4Bansos Tahap 4 Mulai Cair, Ini Cara Cek Status Penerima Pakai NIK KTP
- 5Daftar 17 Perusahaan Diselidiki Terkait Karhutla di Sumsel, Baru Satu Manajemen Jadi Tersangka
- 6Info Gangguan Air PDAM Tirta Musi Palembang Besok Jumat 16 Oktober 2026, Cek Daftar Lokasi Terdampak
- 7Jadwal Pemadaman Listrik PLN Palembang Rabu 14 Oktober 2026, Catat Wilayah Terdampaknya
- 85 Ramalan Zodiak Hari Ini 16 Oktober 2026, Ada Peluang Baru dalam Karier dan Asmara
- 9Lindungi Warga dari Asap Karhutla, Puskesmas di Sumsel Diminta Buka 24 Jam
- 105.303 Jemaah Haji Debarkasi Palembang Sudah Kembali, Empat Kloter Masih Ditunggu









